bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, abu vulkanik yang dihasilkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menimbulkan bahaya bagi perangkat elektronik, termasuk smartphone.
Berbeda dengan debu biasa, partikel abu vulkanik berukuran sangat halus dan memiliki tepi tajam yang berpotensi menggores serta mengikis permukaan benda.
Ilham Indrawan, Senior Manager Marketing Produk Samsung Electronics Indonesia, menekankan pentingnya membersihkan smartphone secara rutin setelah aktivitas di luar ruangan, meskipun perangkat sudah dilengkapi sertifikasi ketahanan IP68.
"Jika kembali beraktivitas di luar dan terdapat banyak debu, sebaiknya bersihkan perangkat secara berkala agar tetap berfungsi optimal," ujar Ilham kepada CNNIndonesia.com pada Senin (7/9).
Menurutnya, pembersihan dapat dilakukan dengan menggunakan cairan sanitizer atau pembersih serupa, asalkan dilakukan di tempat yang aman seperti di rumah.
Data dari United States Geological Survey (USGS) menegaskan bahwa perlindungan smartphone mirip dengan perangkat elektronik lain yang memiliki celah, port, atau ventilasi yang dapat terpapar abu. Berikut langkah‑langkah yang disarankan:
- Jika perangkat tidak dipakai, tutup dengan lembaran plastik untuk menghalangi masuknya abu; USGS juga menyarankan menyiapkan plastik pelindung dan duct tape sebagai persiapan menghadapi hujan abu.
- Simpan smartphone yang tidak digunakan di ruang tertutup, hindari menaruhnya di meja atau luar ruangan saat abu masih turun.
- Jika abu menempel, matikan perangkat terlebih dahulu untuk mengurangi risiko hubungan arus pendek.
- Tunggu hingga hujan abu berhenti sebelum membersihkan, kecuali diperlukan segera untuk mencegah kehilangan fungsi penting.
- Gunakan aliran udara bertekanan rendah atau sikat lembut untuk menghilangkan abu; hindari menggosok keras karena partikel dapat menggores permukaan sensitif.
Untuk perangkat komputer, ventilasi dan kipas memerlukan perhatian khusus karena penumpukan abu dapat menghambat pendinginan dan meningkatkan risiko overheating.
Walaupun perangkat modern biasanya memiliki perlindungan terhadap kontaminan udara, paparan abu dalam jangka pendek belum tentu merusak, namun abu yang masuk ke komponen sensitif tetap dapat mengganggu kinerja.
USGS memperingatkan bahwa abu basah dapat menjadi konduktor listrik dan memicu hubungan arus pendek pada kontak terbuka. Cara paling efektif untuk mengurangi risiko tersebut adalah dengan mencegah paparan abu sejak awal, misalnya dengan memindahkan perangkat yang berada di luar ke dalam ruangan sebelum hujan abu terjadi.