bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, abu vulkanik yang dihasilkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau dapat mengancam perangkat elektronik, termasuk smartphone.
Partikel abu vulkanik berukuran sangat halus dan memiliki tepi tajam, berbeda dengan debu biasa, sehingga berpotensi menggores atau mengikis permukaan perangkat.
Ilham Indrawan, Senior Manager Marketing Produk Samsung Electronics Indonesia, mengingatkan pentingnya membersihkan smartphone secara berkala setelah beraktivitas di luar ruangan, meskipun perangkat telah dilengkapi sertifikasi ketahanan IP68.
Ia menyarankan penggunaan cairan sanitizer atau pembersih serupa, dan menyarankan agar pembersihan dilakukan di tempat yang aman, misalnya di rumah, setelah kembali dari luar.
Menurut data USGS, perlindungan terhadap smartphone sejalan dengan perangkat elektronik lain yang memiliki celah, port, atau ventilasi yang dapat terpapar abu. Berikut langkah‑langkah yang direkomendasikan.
Perangkat yang tidak dipakai sebaiknya ditutup dengan lembaran plastik atau dimasukkan ke dalam wadah tertutup untuk mencegah abu masuk; USGS juga menyarankan menyiapkan pelindung plastik dan duct tape sebagai bagian dari persiapan menghadapi hujan abu.
Smartphone yang tidak digunakan sebaiknya disimpan di ruangan tertutup, bukan dibiarkan di meja atau di luar ruangan saat abu masih berjatuhan.
Jika abu sudah menempel pada smartphone, matikan perangkat terlebih dahulu untuk mengurangi risiko hubungan arus pendek.
USGS mengimbau agar proses pembersihan tidak dilakukan secara terburu‑buruan; sebaiknya menunggu hingga hujan abu berhenti, kecuali keadaan darurat yang memaksa.
Bersihkan dengan aliran udara bertekanan rendah atau sikat lembut, hindari menggosok keras karena partikel abu dapat menggores komponen sensitif.
Untuk komputer, perhatikan ventilasi dan kipas karena akumulasi abu dapat menghambat pendinginan dan meningkatkan risiko overheating.
Walaupun perangkat elektronik modern telah dilengkapi perlindungan terhadap kontaminan udara, paparan abu dalam waktu singkat tidak serta‑merta merusak, namun akumulasi pada bagian sensitif tetap dapat mengganggu fungsi.
USGS menekankan bahwa abu basah dapat menjadi konduktor listrik dan menyebabkan hubung singkat pada kontak terbuka; pencegahan sejak awal, termasuk memindahkan perangkat ke dalam ruangan sebelum hujan abu, merupakan cara paling efektif.