bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 21:07 WIB

Tottenham Raih Kemenangan Pertama di Premier League Setelah 118 Hari, Jauhi Zona Degradasi

Redaksi 26 April 2026 11 views
Tottenham Raih Kemenangan Pertama di Premier League Setelah 118 Hari, Jauhi Zona Degradasi
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, Tottenham akhirnya meraih kemenangan pertama mereka di Premier League setelah penantian selama 118 hari. Kemenangan ini diraih berkat gol telat Joao Palhinha saat bertandang ke markas Wolves, yang menghentikan tren negatif tim dan memberikan secercah harapan.

Pertandingan dramatis yang berlangsung 151 mil jauhnya di London Stadium, di mana West Ham meraih kemenangan di menit akhir melawan Everton, turut memengaruhi posisi Tottenham. Kemenangan West Ham tersebut sempat membuat Tottenham kembali terperosok ke tiga terbawah klasemen, sebelum Kiernan Dewsbury-Hall menyamakan kedudukan untuk Everton. Namun, gol penentu Callum Wilson untuk West Ham di masa injury time memastikan West Ham tetap berada di atas zona degradasi.

Saat ini, Tottenham berada di peringkat ke-18, hanya dua poin di atas zona aman dengan empat pertandingan tersisa. Tim ini berjuang keras untuk mempertahankan posisi mereka di kasta tertinggi sepak bola Inggris yang telah mereka tempati selama hampir setengah abad.

Tottenham belum pernah meraih kemenangan di Premier League sejak 28 Desember lalu, saat mereka mengalahkan Crystal Palace 1-0. Pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, sebelumnya telah menekankan pentingnya pertandingan melawan Wolves. "Saya tidak ingin membebani mereka, tetapi kami harus sadar akan situasinya," ujar De Zerbi dalam sebuah pernyataan. "Kami tidak bisa melupakan posisi di klasemen; kami harus menang. Apa yang telah kami lakukan sejauh ini belum cukup. Kemenangan di kandang Wolves pun belum berarti segalanya berakhir."

Memang, perjuangan belum berakhir, namun dengan semakin menipisnya sisa pertandingan, Tottenham menunjukkan sedikit urgensi di babak pertama. Umpan-umpan aman yang minim kreativitas menunjukkan kegugupan para pemain, dan delapan kekalahan dalam 11 pertandingan terakhir di semua kompetisi menjelaskan kurangnya kepercayaan diri mereka.

De Zerbi berharap kemenangan ini dapat mengubah mentalitas para pemainnya. "Saya harap hasil ini bisa mengubah sesuatu di kepala kami," katanya. "Melihat hasil tim lain membuat kami semakin sulit untuk menang. Jika kami terlalu memikirkan tim lain, itu akan terlalu berat bagi saya. Para pemain tahu apa yang bisa mereka lakukan di lapangan, terutama musim ini. Kami tidak menang di liga pada tahun 2026, tetapi di Liga Champions mereka finis di posisi keempat. Mereka harus tetap positif dan percaya diri karena mereka adalah pemain yang bagus dan tidak boleh memikirkan hasil tim lain."

Ini merupakan kemenangan pertama De Zerbi dalam tiga pertandingan sejak mengambil alih kursi kepelatihan Tottenham, setelah sebelumnya mengalami kekalahan dari Sunderland dan hasil imbang melawan mantan klubnya, Brighton. Tottenham akan bertandang ke markas Aston Villa yang berada di peringkat kelima pada Minggu, 3 Mei, dan De Zerbi yakin timnya dapat bertahan di liga.

"Saya yakin kami bisa bertahan. Jika saya di sini, itu karena saya positif. Yang terpenting adalah kualitas dan karakter para pemain," ujar De Zerbi. "Awalnya saya terkejut karena saya tidak mengenal mereka. Setelah saya mengenal para pemain lebih baik, saya mengerti bahwa kami punya peluang untuk bertahan. Saat menonton dari televisi atau tribun, Anda tidak bisa memahami apakah mereka memiliki semangat atau sikap yang tepat. Saya bekerja dengan mereka setiap hari, dan semua pemain adalah profesional, orang-orang baik. Mereka merasakan tekanan dari situasi ini."

Hampir tujuh minggu lalu, kiper Kinsky digantikan hanya dalam 17 menit dalam pertandingan Liga Champions yang krusial setelah kebobolan tiga gol melawan Atletico Madrid. Namun, pemain berusia 23 tahun itu terpaksa kembali beraksi setelah Guglielmo Vicario menjalani operasi hernia bulan lalu. Kinsky telah bermain di ketiga pertandingan De Zerbi sejak pelatih asal Italia itu menggantikan Igor Tudor menyusul kekalahan 3-0 dari Nottingham Forest. Ketika Joao Gomes bersiap mengambil tendangan bebas Wolves pada menit ketujuh babak kedua injury time, ada rasa antisipasi dari tim tuan rumah untuk kesempatan terakhir menyelamatkan satu poin. Upaya Gomes cukup baik, namun penyelamatan Kinsky lebih gemilang.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.