bytedaily - PT Toyota Astra Motor (TAM) membenarkan adanya diskusi dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) terkait potensi pengadaan 105.000 unit kendaraan niaga untuk Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Namun, kesepakatan tidak tercapai dikarenakan adanya perbedaan pandangan mengenai spesifikasi jenis kendaraan dan struktur harga.
Direktur Pemasaran TAM, Jap Ernando Demily, menjelaskan bahwa perbedaan dalam jenis kendaraan yang ditawarkan dan harga menjadi kendala utama. Ia mencontohkan harga Toyota Hilux double cabin yang mencapai sekitar Rp456 juta, namun harga tersebut sudah termasuk berbagai komponen seperti pajak barang mewah dan bea balik nama. Ernando juga menyoroti tingginya pajak untuk kendaraan pikap 4x4 yang menurut regulasi dikategorikan untuk keperluan personal, padahal di lapangan lebih banyak digunakan sebagai alat kerja.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, menambahkan bahwa produksi kendaraan dalam jumlah besar melalui perakitan komponen lokal membutuhkan persiapan matang, termasuk skala ekonomi dan waktu produksi yang memadai. Proyek pengadaan besar ini rencananya akan didatangkan dari India, di mana Tata Motors akan menyuplai 70.000 kendaraan dan Mahindra & Mahindra 35.000 unit lainnya.