bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:15 WIB

Transaksi Kripto Capai Rp171,12 Triliun, Literasi dan Perlindungan Konsumen Jadi Perhatian

Redaksi 01 Oktober 2026 13 views
Transaksi Kripto Capai Rp171,12 Triliun, Literasi dan Perlindungan Konsumen Jadi Perhatian
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp171,12 triliun selama Januari hingga Juli 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat jumlah akun konsumen aset kripto sebanyak 22,93 juta pada periode tersebut.

Meningkatnya transaksi dan jumlah akun mencerminkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam ekosistem kripto. Perkembangan ini juga membuat pemahaman mengenai karakteristik dan risiko aset digital, serta keamanan dan perlindungan konsumen, semakin penting.

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan pertumbuhan industri perlu disertai peningkatan literasi masyarakat dan mutu layanan. Ia menyebut perusahaan berupaya menyediakan platform yang mudah diakses, aman, transparan, serta mendukung pemahaman masyarakat mengenai aset kripto.

Indodax mengembangkan edukasi melalui Indodax Academy, antara lain lewat materi pembelajaran, kelas, konten digital, dan kerja sama dengan komunitas serta institusi. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memahami aset kripto dan teknologi blockchain sebelum beraktivitas di ekosistem aset digital.

Di tengah upaya edukasi itu, PT Indodax Nasional Indonesia menerima Disway Awards 2026 – Trusted & Popular Brand 2026 untuk kategori Crypto Exchange. Penghargaan tersebut didasarkan pada riset dan survei publik Disway National Network bersama Infovesta Utama. Indodax menyatakan jumlah anggotanya telah melampaui 10 juta.

Aloysia menyampaikan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk menjaga mutu layanan dan memperkuat keamanan, inovasi, serta edukasi. Ia juga menyebut kepercayaan publik berkaitan dengan upaya menjaga kualitas layanan dan menghadirkan pendidikan yang relevan.

Founder Disway Dahlan Iskan mengatakan penghargaan diberikan dengan mengacu pada riset dan aspirasi publik, bukan sekadar seremoni. Riset Disway Awards 2026 bersama Infovesta Utama melibatkan 20 ribu responden berusia 17–60 tahun di 20 kota besar di Indonesia dengan metode multistage area random sampling.

Salah satu parameter penilaian dalam riset tersebut adalah top of mind awareness, yaitu merek yang pertama kali disebut responden saat kategori produk atau sektor tertentu disampaikan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.