bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:45 WIB

Trump Siapkan Lembaga Koordinasi Kebijakan AI di Gedung Putih

Redaksi 04 Oktober 2026 13 views
Trump Siapkan Lembaga Koordinasi Kebijakan AI di Gedung Putih
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir cnnindonesia.com, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana membentuk lembaga di Gedung Putih untuk mengoordinasikan kebijakan kecerdasan buatan (AI). Jay Clayton, yang sebelumnya menjabat Direktur Intelijen Nasional pada pemerintahan Trump, disebut telah dipilih sebagai calon pemimpin lembaga tersebut.

Dua sumber yang mengetahui pembahasan itu mengatakan Trump dapat mengumumkan penunjukan Clayton paling cepat pada Jumat waktu setempat. Jika terpilih, Clayton diperkirakan akan tetap menjalankan tugasnya sebagai Direktur Intelijen Nasional sekaligus mengemban peran baru sebagai pejabat yang mengoordinasikan kebijakan AI.

Trump sebelumnya menyampaikan kepada Axios bahwa Clayton dinilai cocok untuk posisi tersebut. Namun, Gedung Putih belum mengonfirmasi penunjukan itu. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa pengumuman terkait personel akan disampaikan langsung oleh Presiden dan pemberitaan sebelum pengumuman tersebut masih berupa spekulasi.

Trump telah mengumumkan rencana pembentukan "AI Force" untuk memimpin kebijakan pemerintah terkait AI. Rencana itu muncul di tengah desakan agar pemerintah menetapkan batasan bagi perkembangan teknologi tersebut.

Pada Selasa (29/9), Trump bertemu dengan sejumlah CEO perusahaan teknologi dan AI di Gedung Putih. Pertemuan itu menghasilkan penandatanganan komitmen baru yang bertujuan mendorong perusahaan mengawasi model AI mereka secara mandiri. Trump mengatakan saat itu bahwa ia akan menentukan calon pejabat tersebut dalam beberapa hari dan masih ingin berkonsultasi dengan perusahaan teknologi serta pimpinan Partai Republik di DPR AS.

Clayton pernah menjabat sebagai jaksa federal tertinggi di Manhattan dan memimpin Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) selama sebagian besar masa jabatan pertama Trump. Senat AS mengonfirmasinya sebagai Direktur Intelijen Nasional pada Juli 2026. Dalam uji kelayakan di Senat, Clayton menyebut AI sebagai teknologi yang menghadirkan peluang sekaligus ancaman dan menekankan pentingnya memahami teknologi tersebut.

Jika ditunjuk, Clayton akan menjadi orang kedua yang menjalankan peran pejabat AI Trump. Investor modal ventura David Sacks sebelumnya mengemban tugas terkait AI dan kripto hingga Maret 2026, ketika masa tugasnya sebagai pegawai khusus pemerintah berakhir. Sacks kini menjadi wakil ketua Dewan Penasihat Presiden untuk Sains dan Teknologi dan disebut tetap berpengaruh dalam kebijakan AI Trump.

Trump sebelumnya menyatakan ingin mengejar ketertinggalan Amerika Serikat dari China dalam pengembangan AI dan mempertahankan keuntungan ekonomi dari teknologi itu. Pemerintah AS juga menghadapi desakan untuk memperkuat pengawasan terhadap perkembangan AI.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.