bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, Uber kini semakin memperkuat ambisinya untuk menjadi sebuah 'super app' dengan meluncurkan fitur pemesanan hotel di Amerika Serikat. Langkah ini diambil di tengah persaingan yang semakin ketat di industri transportasi, termasuk kehadiran Waymo yang mulai mengangkut penumpang di San Francisco.
Dalam acara produk tahunannya, GO-GET, di New York, Uber mengumumkan kemitraan dengan Expedia Group yang memungkinkan pengguna memesan akomodasi dari lebih dari 700.000 properti di seluruh dunia langsung melalui aplikasi Uber. Anggota Uber One, layanan langganan seharga $9.99 per bulan, akan mendapatkan diskon 20% untuk 10.000 hotel yang dipilih secara bergilir dan pengembalian kredit sebesar 10%. Layanan pemesanan liburan melalui Vrbo dijadwalkan menyusul tahun ini, bersamaan dengan reservasi restoran melalui OpenTable.
Fitur baru ini merupakan langkah konkret Uber untuk mewujudkan visi yang telah digaungkan sejak 2019, yaitu menjadikan aplikasi yang memiliki 199 juta pengguna aktif bulanan ini sebagai platform untuk berbagai kebutuhan. Chief Technology Officer Uber, Praveen Neppalli Naga, menjelaskan bahwa kesuksesan 'super app' di pasar AS berbeda dengan di India atau Asia Tenggara. Ia menekankan pentingnya membangun layanan yang memberikan alasan bagi pengguna untuk tetap bertahan, bukan sekadar menempelkan layanan baru pada platform transportasi yang sudah ada.
Naga mengidentifikasi keanggotaan sebagai kunci utama. Setiap kategori layanan baru, mulai dari makanan, bahan makanan, hingga hotel, memberikan insentif tambahan bagi pengguna untuk berlangganan Uber One. "Ada aliran yang sebenarnya dapat Anda bangun ke dalamnya," ujar Naga, menggambarkan bagaimana pengguna dapat menggunakan Uber untuk perjalanan ke bandara, penerbangan, kembali menggunakan Uber, menginap di hotel, hingga makan di restoran.
Meskipun penerbangan belum tersedia, Naga tidak menutup kemungkinan untuk menambahkannya di masa depan, setelah sebelumnya Uber pernah mencoba layanan pemesanan penerbangan di Eropa tanpa hasil yang memuaskan. Layanan keuangan juga berpotensi menjadi bagian dari ekosistem Uber, mengingat perusahaan ini telah menawarkan kartu debit untuk pengemudi di Meksiko. "Jangan pernah berkata tidak pernah," kata Naga mengenai kemungkinan tersebut.
Uber tidak sendirian dalam perlombaan ini. Airbnb, yang secara langsung terancam oleh ekspansi hotel Uber, juga mengumumkan ambisi transportasi mereka pada akhir Maret lalu melalui kemitraan dengan Welcome Pickups untuk layanan antar-jemput bandara di 125 kota. Sementara itu, Elon Musk terus berupaya mengubah X (sebelumnya Twitter) menjadi 'everything app' layaknya WeChat, dengan rencana peluncuran platform perbankan dan pembayaran X Money dalam waktu dekat. X saat ini mengklaim memiliki 500 juta pengguna aktif bulanan.
Pertanyaan besar yang dihadapi adalah berapa banyak 'super app' yang dapat didukung oleh pasar Amerika. Di China, WeChat berhasil karena minimnya alternatif yang sepadan. Di AS, pengguna sudah memiliki aplikasi pilihan untuk berbagai kebutuhan yang ingin dipenuhi Uber. Untuk mendorong konsolidasi pengguna ke dalam satu platform, Uber perlu menawarkan alasan yang kuat, seperti diskon Uber One, atau pengalaman yang sangat mulus sehingga beralih terasa sepadan.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.