bytedaily - Menurut laporan dari cnnindonesia.com, seorang penyelam berusia 21 tahun bernama Iestyn Morgan terkejut melihat ubur-ubur berukuran raksasa di perairan dekat Pantai Trefin, Pembrokeshire, Wales. Ia merekam video spesimen surai singa (Cyanea capillata) yang menurut perkiraannya memiliki panjang antara 10 hingga 15 meter, menjadikannya ubur-ubur pertama jenis ini yang pernah ia temui di wilayah tersebut.
Morgan mengaku pada awalnya mengira tentakel yang terlihat merupakan ubur-ubur kompas (Chrysaora hysoscella), spesies yang umum di perairan Inggris, namun ukuran yang sangat besar membuatnya menyadari bahwa itu adalah surai singa. Ia menyatakan, "Panjangnya pasti sama dengan bus atau gerbong kereta. Aku tidak percaya betapa besarnya itu."
Wildlife Trusts menjelaskan bahwa nama "surai singa" diambil karena tentakel panjangnya yang tampak indah namun dapat menyengat, mirip dengan singa yang memiliki tampilan megah namun berbahaya. Ubur-ubur ini termasuk hewan terpanjang di dunia; tubuhnya dapat mencapai 3 meter, sementara tentakelnya dapat tumbuh hingga 30‑36,5 meter atau lebih.
Dr. Cathy Lucas, ahli biologi kelautan dari University of Southampton, menilai video yang direkam Morgan memperlihatkan betapa luar biasanya panjang tentakel ubur-ubur tersebut. Ia menambahkan bahwa tentakel yang sangat halus dapat sulit terlihat oleh mata, sehingga sengatan dapat terjadi tanpa disadari. Meskipun demikian, Dr. Lucas menegaskan bahwa spesies ini tidak bersifat mematikan. Ia menyarankan agar tidak menyentuh ubur-ubur, dan bila terkena tentakel, gunakan tongkat untuk menghilangkannya lalu cuci kulit dengan air hangat.
Menurut Dr. Lucas, ubur-ubur surai singa kadang‑kadang muncul di pantai Wales pada akhir musim panas atau musim gugur, meskipun habitat utama mereka berada di perairan dingin lepas pantai Skotlandia. Morgan menyatakan rasa syukurnya dapat menyaksikan lebih banyak ubur-ubur masuk ke perairan Wales, sekaligus mencatat penemuan ikan triggerfish, spesies Mediterania, dalam rekaman terbarunya.
Morgan menegaskan bahwa tujuan pembuatan konten video tersebut adalah untuk meningkatkan akses publik terhadap ekosistem laut tanpa menimbulkan gangguan pada biota. Ia menutup dengan pernyataan, "Saya tidak ingin memburu hewan atau semacamnya. Saya hanya masuk ke air, merekam, dan berenang."