bytedaily - Dilansir dari sports.yahoo.com, tim bola basket wanita UConn dan South Carolina akan kembali berhadapan pada 24 November mendatang, hanya beberapa bulan setelah konfrontasi panas antara pelatih Geno Auriemma dan Dawn Staley di Final Four. Keputusan ini menunjukkan bahwa persaingan sengit di lapangan tidak menghalangi mereka untuk menggelar pertandingan berkualitas.
Pengumuman jadwal pertandingan ini disampaikan oleh Basketball Hall of Fame pada hari Selasa. Selain UConn melawan South Carolina, akan ada juga pertandingan antara juara nasional UCLA melawan St. John's dalam acara yang sama.
Pertandingan tersebut akan digelar di lokasi netral, Mohegan Sun di Uncasville, Connecticut. Namun, diperkirakan UConn akan mendapatkan keuntungan sebagai tuan rumah karena lokasinya yang hanya berjarak sekitar 30 mil dari kampus mereka di Storrs.
Laga UConn-South Carolina diprediksi menjadi salah satu pertandingan penting di awal kalender musim 2026-27, kurang dari delapan bulan setelah kedua tim bertemu di Final Four. Pada pertandingan sebelumnya, South Carolina secara mengejutkan mengalahkan UConn, yang kala itu belum terkalahkan, dan mengakhiri harapan Huskies untuk meraih gelar juara NCAA berturut-turut.
Namun, insiden pasca-pertandingan yang melibatkan Auriemma dengan cepat membayangi hasil pertandingan yang seharusnya menjadi sorotan utama musim bola basket perguruan tinggi. Dalam momen salam penutup, Auriemma dilaporkan mengatakan sesuatu kepada Staley, yang kemudian dibalas oleh Staley sebelum Auriemma dilerai oleh staf pelatihnya.
Auriemma kemudian menyatakan dalam konferensi pers pasca-pertandingannya bahwa ia kesal karena Staley tidak menjabat tangannya sebelum pertandingan. Meskipun rekaman video menunjukkan mereka telah berjabat tangan, Auriemma menjelaskan bahwa ia kecewa karena jabat tangan kedua tidak terjadi seperti yang ia harapkan tepat sebelum tip-off.
Sehari setelahnya, Auriemma meminta maaf, menyebut tindakannya "tidak pantas". Namun, permintaan maaf tersebut tidak secara eksplisit menyebut nama Staley. Keduanya kemudian mengeluarkan pernyataan, dan Auriemma mengklaim telah meminta maaf secara pribadi kepada Staley. Staley sendiri menyerukan agar para penggemar "melupakan" insiden tersebut.
Auriemma kembali membahas insiden tersebut dalam sebuah wawancara pada 4 Mei, kepada Hartford Courant, di mana ia mengakui merasa "bodoh" atas perilakunya. Terlepas dari perasaan pribadi mereka satu sama lain, Auriemma dan Staley sama-sama dikenal sebagai kompetitor sengit yang memimpin program bola basket paling sukses. Keduanya tidak menghindar dari pertandingan penting.
Berkat semangat kompetitif tersebut, para penggemar bola basket akan disajikan pertandingan awal musim antara dua kandidat juara yang telah mengoleksi delapan dari 13 gelar NCAA terakhir.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi sports.yahoo.com.