bytedaily
Minggu, 23 Agustus 2026 - 01:18 WIB

UMB Perkuat Usaha Olahan Singkong KWT Anjani Lewat Pendampingan PKM

Redaksi 23 Agustus 2026 1 views
UMB Perkuat Usaha Olahan Singkong KWT Anjani Lewat Pendampingan PKM
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Kelompok Wanita Tani (KWT) Anjani yang memiliki lahan singkong seluas sekitar 7.800 meter persegi tengah berupaya mengembangkan usahanya di bidang olahan pangan. Meskipun telah mengolah singkong menjadi berbagai produk seperti keripik getuk, tepung tapioka, dan tepung mocaf, KWT Anjani masih menghadapi tantangan dalam hal kapasitas produksi, pemasaran, dan manajemen keuangan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Universitas Mercu Buana (UMB) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) memberikan pendampingan intensif kepada KWT Anjani pada tanggal 3-4 Agustus 2026. Program yang didanai oleh hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun anggaran 2026 ini fokus pada peningkatan teknologi produksi, strategi pemasaran digital, serta perbaikan manajemen keuangan.

Ketua tim PKM UMB, Sri Marti Pramudena, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali KWT Anjani dengan kemampuan yang lebih baik dalam produksi, pemasaran, dan pengelolaan usaha, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi guna efisiensi. Tim PKM UMB memperkenalkan berbagai peralatan baru seperti sarana penjemuran, continuous sealer, alat pemeras pati singkong, dan nampan penjemuran untuk mempercepat proses produksi, menjadikannya lebih praktis dan higienis.

Selain aspek produksi, KWT Anjani juga mendapatkan pelatihan pemasaran digital melalui platform TikTok dan Instagram. Pelatihan ini mencakup pembentukan identitas merek, desain logo, kemasan, hingga cara efektif menyampaikan informasi produk di media sosial. Sri Marti berharap KWT Anjani dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi serta memperluas jangkauan pasar melalui pemanfaatan media sosial.

Manajemen keuangan menjadi salah satu fokus pendampingan lainnya. Tim UMB membantu KWT Anjani dalam pencatatan transaksi, perhitungan harga pokok produksi, penentuan harga jual, dan perhitungan keuntungan yang sebelumnya dilakukan secara manual. Ketua KWT Anjani, Tri Wahyuni, menyambut baik pendampingan ini dan berharap ilmu serta teknologi yang diberikan dapat meningkatkan produksi dan pemasaran produk mereka, khususnya keripik getuk dan tepung tapioka, agar lebih dikenal luas.

Program PKM ini melibatkan dosen Sri Marti Pramudena, Eka Nur Fitriani, dan Santa Lorita, serta mahasiswa Program Studi Manajemen UMB. Upaya peningkatan kapasitas produksi, pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi produk olahan singkong KWT Anjani dan memperluas pasarnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.