bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, penjahat siber menggunakan email dan undangan kalender palsu untuk menyebarkan malware. Laporan perusahaan keamanan siber Sublime mencatat serangan dengan modus ini meningkat sekitar 282 persen pada Juni dibandingkan Mei, lalu melonjak 1.216 persen pada Agustus. Angka serangan diperkirakan naik menjadi 2.852 persen pada September.
Sublime menyebut modus ini relatif mudah dijalankan dan memanfaatkan pengaturan bawaan undangan kalender di sejumlah aplikasi email. Teknik tersebut disebut ICS phishing, yang menggunakan berkas ICS berisi informasi rapat atau janji temu. Pada aplikasi seperti Microsoft Outlook, Gmail, dan Apple Mail, undangan dalam berkas ICS dapat masuk ke kalender sebelum pengguna menerima atau menolaknya.
Dalam salah satu contoh serangan, pelaku mengirim undangan Google Calendar dengan tautan menuju berkas berbahaya. Penerima dijanjikan pengembalian atau kredit atas tagihan terbaru yang diklaim belum dibayar, lalu diajak mengikuti rapat untuk membahasnya. Email dikirim menggunakan akun Gmail, sehingga berpotensi melewati pemblokiran yang hanya memeriksa domain pengirim. Bergantung pada aplikasi email dan sistem keamanannya, undangan dapat masuk ke kotak masuk atau tetap muncul di kalender meski email diblokir.
Tautan dalam email atau entri kalender mengarahkan penerima ke situs yang dihosting oleh Farmer, layanan penyedia paket hosting gratis. Di sana, pengguna diminta menekan tombol “View Here” untuk mengunduh dokumen yang disebut sebagai nota kredit atau bukti pengurangan tagihan. Namun, tautan itu mengarah ke berkas berbahaya.
Jika tidak terhalang perangkat lunak keamanan, berkas instalasi berformat MSI akan terunduh. Berkas tersebut menyertakan konfigurasi yang menggunakan perangkat lunak akses jarak jauh ScreenConnect untuk menjalankan fungsi server Command atau Control (C2). Server C2 dapat digunakan penyerang untuk mengendalikan sistem yang terinfeksi dan mengirim perintah ke perangkat tersebut.
Menurut penjelasan yang dikutip dari ZDNET, salah satu hal yang membuat modus ini efektif adalah undangan dapat muncul di kotak masuk email sekaligus kalender, sehingga pengguna berhadapan dengan ancaman di dua tempat.