bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa perdagangan melalui siaran video atau video commerce mengalami peningkatan signifikan dengan total transaksi mencapai 2,6 miliar kali.
Menurut Airlangga, meskipun jumlah penjual online mencapai sekitar 800 ribu, volume transaksi dalam video commerce telah melonjak hampir 90 persen. Ia menyampaikan hal ini dalam acara Kick Off Road to Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8).
Perkembangan ini mengindikasikan adanya perpaduan antara penjualan fisik dan daring. Meskipun demikian, penjualan offline masih mendominasi sekitar dua pertiga dari total nilai perdagangan, sementara e-commerce menyumbang sepertiganya.
Pertumbuhan video commerce juga didukung oleh tingginya pengguna media sosial di Indonesia yang telah melampaui 180 juta pengguna, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 26 persen. Airlangga menambahkan bahwa tren belanja online tetap positif, dengan fenomena omnichannel di mana video commerce berkembang pesat dan mencatat sekitar 2,6 miliar transaksi.
Airlangga juga menekankan pentingnya teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam mendukung perdagangan digital, khususnya dalam manajemen stok, permintaan, dan personalisasi produk.
Ia memperkirakan ekonomi digital Indonesia akan mencapai sekitar US$100 miliar pada tahun 2025. Pemerintah menargetkan pengembangan ekonomi digital hingga US$600 miliar dengan memperkuat pasar digital ASEAN melalui Digital Economic Framework Agreement (DEFA). Pasar digital ASEAN yang sebelumnya diproyeksikan US$1 triliun berpotensi naik menjadi US$2 triliun, dengan Indonesia diprediksi menguasai 30-40 persen dari nilai tersebut.
Penguatan ekosistem digital juga bertujuan untuk memperluas akses UMKM ke pasar global, salah satunya melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital lintas negara seperti QRIS. Airlangga menyebutkan bahwa QRIS saat ini telah digunakan di lima negara ASEAN dan diharapkan dapat mengurangi biaya transaksi bagi pedagang.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menambahkan bahwa transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp36,4 triliun, naik 17 persen dari tahun sebelumnya. Produk lokal berkontribusi sebesar Rp16,6 triliun atau 45 persen, dengan kategori fashion, produk perawatan, serta makanan dan minuman menjadi yang terpopuler. Untuk Harbolnas 2026, pemerintah menargetkan peningkatan transaksi sebesar 5-10 persen, mendekati Rp40 triliun, yang akan berlangsung selama tujuh hari pada 10-16 Desember.