bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyatakan daerahnya berpeluang menerapkan penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) secara prasmanan di sekolah. Dengan model itu, siswa dapat mengambil makanan sesuai kebutuhan dan takaran masing-masing.
Idah mengatakan penerapan model tersebut perlu dicoba dan dievaluasi, dengan pengawasan yang memadai. Ia menegaskan inovasi penyajian harus disertai pemeriksaan kualitas makanan, kebersihan, dan keamanan pangan agar program berjalan sesuai standar.
Ia juga mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar konsisten menyediakan makanan yang layak. Kualitas layanan menjadi salah satu unsur penilaian Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk peluang SPPG memperoleh penilaian bintang jika memenuhi ketentuan.
Menurut Idah, sajian yang layak dapat disediakan dengan anggaran Rp10 ribu per porsi jika dikelola dengan baik. Setiap SPPG, katanya, perlu menjaga mutu menu dan memastikan makanan aman dikonsumsi.
Idah turut meminta pihak sekolah, terutama guru, memastikan makanan yang diterima siswa tetap bersih dan aman. Penataan dan penutupan wadah makanan selama distribusi juga perlu diperhatikan.
Hal itu disampaikan Idah saat meninjau penyajian MBG di SMA Negeri 1 Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (9/10). Ia melihat menu yang disiapkan SPPG Polres Buludawa di bawah naungan Polda Gorontalo.
Program MBG di sekolah tersebut melayani 618 penerima manfaat, yakni 573 siswa, 35 guru, dan 10 tenaga kependidikan.