bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Wagub Gorontalo Pertimbangkan Sistem Prasmanan untuk Program MBG

Redaksi 10 Oktober 2026 6 views
Wagub Gorontalo Pertimbangkan Sistem Prasmanan untuk Program MBG
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie membuka kemungkinan penggunaan sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Sistem tersebut dinilai dapat memberi keleluasaan kepada siswa untuk mengambil makanan sesuai kebutuhan dan takaran masing-masing.

Idah mengatakan, penerapan model itu perlu diuji terlebih dahulu dengan pengawasan yang memadai. Ia menyampaikan hal tersebut di Gorontalo pada Sabtu (10/10), seperti dikutip Antara.

Menurut Idah, perubahan cara penyajian harus disertai pengawasan terhadap mutu makanan, kebersihan, dan keamanan pangan. Ia juga meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) konsisten menyediakan makanan yang layak bagi penerima manfaat.

Kualitas layanan menjadi salah satu unsur penilaian Badan Gizi Nasional (BGN). SPPG yang memenuhi ketentuan berpeluang memperoleh penilaian bintang. Idah menilai anggaran Rp10 ribu per porsi dapat menghasilkan makanan yang layak jika dikelola dengan baik, dengan mutu menu dan keamanan konsumsi tetap terjaga.

Idah juga meminta sekolah, khususnya para guru, turut memastikan makanan untuk siswa tetap bersih dan aman. Menurut dia, penataan dan penutupan wadah perlu diperhatikan selama pendistribusian.

Hal itu menjadi perhatian Idah saat meninjau penyajian MBG di SMA Negeri 1 Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, pada Jumat (9/10). Dalam kunjungan tersebut, ia melihat menu yang disiapkan SPPG Polres Buludawa di bawah naungan Polda Gorontalo.

Program MBG di sekolah itu melayani 618 penerima manfaat, yakni 573 siswa, 35 guru, dan 10 tenaga kependidikan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.