bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendorong pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) nasional. Upaya ini bertujuan untuk mendukung dekarbonisasi sektor transportasi dan meningkatkan nilai tambah ekonomi domestik.
Chusnunia menjelaskan bahwa pengembangan kendaraan listrik memiliki dua manfaat utama: mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) dan mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik beserta infrastruktur pendukungnya. Selain itu, penggunaan kendaraan listrik berkontribusi pada perbaikan kualitas lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang selama operasional. Emisi gas rumah kaca yang timbul hanya berasal dari proses produksi komponen dan penyediaan listrik.
Ia berharap produksi kendaraan listrik nasional dapat meningkat secara kuantitas dan kualitas untuk mendorong masyarakat beralih, mengingat besarnya pasar di Indonesia. Untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik, Chusnunia menekankan pentingnya kebijakan yang mempermudah industri dalam meningkatkan produksi massal. Dukungan kebijakan ini krusial agar produk kendaraan listrik nasional mampu bersaing dengan produk luar negeri dalam hal harga dan teknologi.
Menurut Chusnunia, kebijakan yang memudahkan masyarakat beralih ke kendaraan listrik akan memberikan kepastian bagi para pelaku industri, baik produsen, konsumen, maupun pengembang infrastruktur pendukung. Data menunjukkan tren positif pasar kendaraan listrik di Indonesia, dengan penjualan pada semester I-2026 mengindikasikan bahwa mobil elektrifikasi bukan lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan telah mengambil porsi signifikan di pasar otomotif nasional.
Penguatan ekosistem kendaraan listrik harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup peningkatan produksi, penguatan teknologi, pengembangan infrastruktur, serta peningkatan kapabilitas industri dalam negeri. Hal ini penting agar pertumbuhan kendaraan listrik memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Bekasi. Peluncuran ini merupakan salah satu langkah untuk mendukung mobilitas yang lebih terjangkau sekaligus memperkuat industri, teknologi, ketahanan energi, dan nilai tambah nasional.
Data dari Kementerian Perindustrian mencatat populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai 468.231 unit hingga April 2026. Kendaraan listrik roda dua mendominasi dengan 242.909 unit, sementara kendaraan listrik roda empat penumpang berjumlah 223.100 unit.