bytedaily - Perusahaan transfer uang asal Inggris, Wise, tengah diselidiki oleh Kejaksaan Belgia atas dugaan bahwa akun-akunnya digunakan oleh para kriminal untuk melakukan pencucian uang. Menurut laporan dari kantor berita AFP, penyelidikan ini berfokus pada operasi Wise di Eropa dan bukan bisnisnya di Inggris, serta disebut 'mendekati kesimpulan'.
Konfirmasi ini muncul setelah The Bureau of Investigative Journalism (TBIJ) melaporkan bahwa platform Wise diduga terlibat dalam transaksi mencurigakan senilai sekitar 500 juta Euro (sekitar Rp 8,5 triliun) yang tersebar di 30 negara Eropa. Akibat berita ini, saham Wise yang terdaftar di London dan Amerika Serikat dilaporkan anjlok 17,5%.
Juru bicara kantor kejaksaan Brussels menyatakan kepada AFP bahwa penyelidikan berada pada 'tahap lanjut'. Ia menambahkan bahwa temuan utama berkaitan dengan penggunaan akun Wise untuk tujuan kriminal, dengan indikasi ketidakpatuhan terhadap undang-undang anti-pencucian uang, terutama karena kegagalan dalam mengidentifikasi pelanggan dan aktivitas mereka.
Menanggapi hal tersebut, Wise menyatakan pihaknya bekerja sama dengan kejaksaan Brussels untuk merespons pertanyaan mengenai bisnisnya, sebagaimana yang rutin dilakukan dengan regulator dan penegak hukum. Perusahaan menegaskan bahwa belum ada temuan spesifik yang dibagikan kepada mereka hingga saat ini, sehingga dianggap spekulatif untuk mengomentari dugaan tersebut.
Wise juga menyatakan bahwa permintaan informasi dari lembaga penegak hukum merupakan bagian normal dari operasional dan tidak secara otomatis mengindikasikan ketidakpatuhan terhadap persyaratan anti-pencucian uang atau adanya kesalahan.
Didirikan di London pada tahun 2011, Wise dikenal luas karena memfasilitasi transfer uang lintas batas dan memiliki lebih dari 19 juta pelanggan di seluruh dunia. Perusahaan ini memproses sekitar 4,7 juta transaksi setiap hari.
Analis pasar Dan Coatsworth dari AJ Bell menyebutkan bahwa penyelidikan ini sempat mengurangi nilai pasar Wise lebih dari 1 miliar Poundsterling pada hari Senin. Ia berpendapat bahwa isu ini akan terus membayangi bisnis Wise hingga ada publikasi temuan, terutama mengingat perusahaan ini pernah memiliki catatan dengan otoritas regulator sebelumnya. Jika terbukti ada kegagalan pengawasan, denda besar bisa dikenakan, dan yang lebih fundamental adalah potensi kerugian kepercayaan pelanggan serta integritas merek.
Sebelumnya, pada tahun 2024, Financial Times melaporkan bahwa Wise diminta memperbaiki prosesnya setelah Bank Nasional Belgia menemukan bukti kurangnya bukti alamat untuk ratusan ribu pelanggan. Wise juga didenda 4,2 juta Dolar AS oleh enam negara bagian AS tahun lalu atas pelanggaran kepatuhan anti-pencucian uang (AML) dan 360.000 Dolar AS oleh regulator layanan keuangan Abu Dhabi pada tahun 2022. Dalam setiap kasus tersebut, Wise menyatakan telah mengatasi kekhawatiran regulator.
Wise mengakui bahwa, seperti lembaga keuangan lainnya, mereka menghadapi upaya yang semakin canggih dari pelaku kejahatan yang mencoba mengeksploitasi platform mereka. Perusahaan menekankan keseriusannya dalam menangani kejahatan keuangan dan menyebutkan bahwa sekitar sepertiga staf global mereka didedikasikan untuk melindungi pelanggan.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.