bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Granit Xhaka menilai tim nasional Swiss yang diperkuatnya saat ini merupakan generasi istimewa. Pernyataan tersebut diungkapkan jelang pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 melawan Argentina.
Swiss berhasil menyamai pencapaian 72 tahun lalu dengan melaju ke perempat final, sebuah prestasi yang terakhir kali diraih pada Piala Dunia 1954. Kendati demikian, langkah mereka selanjutnya akan menghadapi tim kuat juara bertahan, Argentina, di Stadion Kansas City.
Bagi Xhaka, menghadapi Argentina bukanlah sebuah beban, melainkan sebuah tantangan. Ia berharap generasi pemain Swiss saat ini dapat membuktikan bahwa negara yang terletak di antara Pegunungan Alpen dan Jura ini mampu memberikan kejutan di kancah sepak bola internasional.
"Saya pikir generasi yang kami miliki sekarang ini adalah generasi yang istimewa. Semoga suatu hari nanti kami akan melihat generasi seperti ini lagi," ujar Xhaka mengutip dari FIFA.
Lebih lanjut, Xhaka menjelaskan bahwa tim Swiss saat ini memiliki dinamika yang baik antara pemain berpengalaman dan pemain muda. Ia menekankan pentingnya mentalitas bahwa segala sesuatu mungkin terjadi di level tertinggi, bahkan bagi negara yang dianggap kecil.
Di bawah asuhan pelatih asal Turki, Murat Yakin, yang menangani tim sejak 2021, Swiss menunjukkan performa solid. Dalam 15 pertandingan sepanjang 2025 dan 2026, Swiss hanya menelan satu kekalahan, yaitu dari Jerman. Kekuatan pertahanan Swiss menjadi salah satu andalan yang kemungkinan akan kembali diturunkan saat menghadapi Argentina.