bytedaily - Xiaomi, salah satu produsen perangkat elektronik terbesar di dunia, secara resmi mengumumkan alokasi investasi besar senilai ¥60 miliar (sekitar Rp147,1 triliun) untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) selama tiga tahun mendatang. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Pendiri Xiaomi, Lei Jun, yang menekankan urgensi adaptasi seluruh perusahaan terhadap perkembangan era baru AI.
Langkah strategis ini menegaskan ambisi Xiaomi untuk tidak hanya mendominasi pasar ponsel pintar, tetapi juga merambah ke ranah AI. Perusahaan yang awalnya dikenal dengan produk smartphone dan kini telah merambah ke berbagai lini produk seperti tablet, peralatan rumah tangga, hingga mobil listrik, melihat AI sebagai frontier berikutnya seiring dengan peluncuran ekstensif model-model AI terbaru mereka. Xiaomi baru-baru ini memperkenalkan tiga model AI baru, yang mengindikasikan kemajuan pesat di balik layar yang mungkin belum sepenuhnya disadari publik.
Dorongan signifikan Xiaomi di bidang AI dipimpin oleh Luo Fuli, mantan peneliti DeepSeek, yang kini mengomandoi tim berusia muda. Fokus pengembangan ini diarahkan pada 'era agen AI', sebuah evolusi dari chatbot tradisional. Agen AI dirancang untuk menjalankan tugas-tugas kehidupan nyata secara mandiri, seperti mengirim email atau memesan tiket perjalanan, menandai batas terbaru dalam perkembangan kecerdasan buatan. Xiaomi bergabung dalam perlombaan global bersama raksasa teknologi lainnya untuk mengembangkan alat agen AI yang canggih, seiring dengan spekulasi peluncuran model generasi mendatang dari DeepSeek.
Selain itu, Xiaomi juga tengah menguji coba alat AI berbasis ponsel pintar bernama MiClaw. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk mengendalikan ponsel dan perangkat rumah tangga pintar mereka hanya dengan menggunakan perintah suara sederhana, menandakan integrasi AI yang lebih dalam ke dalam ekosistem produk mereka.