bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 06:14 WIB

Abu Vulkanik Ancaman Serius bagi Penerbangan, Pakar Bencana Jelaskan Penyebabnya

Redaksi 07 September 2026 15 views
Abu Vulkanik Ancaman Serius bagi Penerbangan, Pakar Bencana Jelaskan Penyebabnya
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sejumlah penerbangan di beberapa bandara Indonesia dibatalkan pada Minggu (6/9) hingga Senin (7/9) akibat penyebaran abu vulkanik pasca erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menurut Daryono, anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), abu vulkanik memiliki karakteristik fisik dan kimia yang berbeda jauh dari awan biasa. Partikel-partikel tersebut merupakan fragmen batuan mikroskopis, silika (SiO₂), serta kristal mineral berujung tajam yang sangat abrasif.

Daryono menjelaskan bahwa ketika pesawat melintasi awan abu pada kecepatan jelajah tinggi, gesekan partikel keras tersebut dapat mengikis kaca kokpit, mengaburkan pandangan pilot, merusak sensor kecepatan udara (pitot tube), serta mengikis bilah turbin dan lapisan pelindung mesin jet.

Bahaya termal dalam mesin turbofan menjadi isu utama. Suhu ruang bakar mesin jet dapat mencapai 1.400‑2.000 °C, melampaui titik leleh silika yang berada di sekitar 1.100 °C. Jika abu tersedot ke dalam mesin, partikel silika akan meleleh, mengalir, lalu kembali mengeras menjadi kerak kaca pada bagian turbin yang lebih dingin, menyumbat nosel aliran udara dan mengganggu aerodinamika bilah turbin, yang dapat berujung pada engine stall hingga flameout.

Selain kerusakan mekanis, abu vulkanik juga dapat menimbulkan gangguan pada sistem navigasi dan kelistrikan pesawat. Gesekan antarpartikel pada kecepatan tinggi menghasilkan muatan listrik statis yang tinggi, memicu fenomena St. Elmo’s Fire pada kaca kokpit serta mengganggu frekuensi radio komunikasi.

Komposisi asam yang menempel pada abu vulkanik juga berpotensi menyebabkan korosi cepat pada komponen elektronik sensitif dan mencemari sistem pengondisian udara kabin, yang tidak hanya mengancam fungsi instrumen penerbangan tetapi juga kesehatan kru dan penumpang.

BMKG menegaskan bahwa abu vulkanik merupakan material halus yang dapat terbawa angin dalam jarak jauh, memengaruhi kualitas udara, kesehatan, serta sektor transportasi termasuk penerbangan. Dalam unggahan Instagramnya, BMKG menyebutkan bahwa abu yang mengandung serpihan kaca dan batuan tajam dapat masuk ke mesin panas, meleleh, menyumbat, dan akhirnya mematikan mesin.

BMKG juga menambahkan bahwa abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang pilot serta mengikis kaca kokpit seperti amplas, sehingga mengaburkan pandangan luar pesawat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.