bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com yang mengutip Science Alert, ilmuwan menguji metode untuk memperlambat hilangnya air dari pasir dengan memanfaatkan serat yang dihasilkan bakteri dan jamur. Upaya ini ditujukan untuk mengatasi sulitnya menjaga kelembapan lahan berpasir.
Dalam metode pertama, mikroba dibiarkan tumbuh di pasir hingga membentuk material yang disebut “pasir hidup”. Pengujian menunjukkan material tersebut dapat mengurangi kehilangan air hingga enam kali lipat.
Peneliti juga menumbuhkan lembaran tipis selulosa bakteri secara terpisah, kemudian menyisipkannya di antara lapisan pasir sebagai penguat. Pendekatan ini menekan permeabilitas air hingga 28 kali lipat.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Carbohydrate Polymers itu memakai pasir dari bukit pasir dekat Al Ain, Uni Emirat Arab, serta pasir standar laboratorium untuk pengujian tertentu. Pasir disterilkan sebelum diberi mikroba dan larutan nutrisi.
Mikroba yang digunakan meliputi bakteri penghasil selulosa Komagataeibacter medellinensis dan dua strain jamur Schizophyllum commune. Pengamatan mikroskop menunjukkan selulosa bakteri menempel pada permukaan butiran pasir dan menghubungkan butiran yang berdekatan.
Dalam tujuh hari, bakteri membentuk kolom pasir setinggi enam sentimeter yang menyatu kuat. Kolom itu dapat dikeluarkan dari cetakan dan dipotong, sementara potongannya tetap utuh ketika dimasukkan ke air. Jamur juga mampu mengikat pasir, tetapi hasilnya lebih rapuh dan beberapa bagian hancur saat dikeluarkan dari cetakan.
Dalam demonstrasi dengan beban 10 kilogram, kubus pasir tanpa perlakuan langsung runtuh, sedangkan pasir yang diperkuat lembaran selulosa terlihat lebih kuat. Saat air dituangkan untuk mengukur laju keluarnya, pasir dengan lembaran penguat menunjukkan pengurangan permeabilitas hingga 28 kali lipat, dibandingkan sekitar enam kali lipat pada pasir yang ditumbuhi serat.
Penelitian ini masih berada pada tahap uji laboratorium. Mikroba ditempatkan dalam air dan nutrisi dengan kondisi terkendali, serta membutuhkan oksigen untuk tumbuh.