bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Ahli: Waktu Terjadinya Gempa Megathrust Belum Dapat Diprediksi

Redaksi 30 September 2026 14 views
Ahli: Waktu Terjadinya Gempa Megathrust Belum Dapat Diprediksi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, waktu, lokasi, dan kekuatan gempa bumi megathrust di Indonesia belum dapat diprediksi. Penyelidik Bumi Ahli Utama Badan Geologi Kementerian ESDM, Supartoyo, mengatakan sejumlah metode untuk memperkirakan gempa telah dikembangkan, tetapi hasilnya belum memuaskan.

Meski waktu gempa belum bisa diketahui, ilmu pengetahuan dan teknologi dapat digunakan untuk mengenali wilayah yang rawan gempa dan tsunami. Badan Geologi telah menerbitkan peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi dan Kawasan Rawan Bencana Tsunami sebagai dasar mitigasi serta penataan ruang.

Mantan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono pernah menyampaikan bahwa zona Mentawai-Siberut dan Selat Sunda mengalami seismic gap. Istilah itu merujuk pada zona sumber gempa potensial yang belum mengalami gempa besar selama puluhan hingga ratusan tahun. Namun, waktu terjadinya gempa tetap belum dapat dipastikan.

Supartoyo menjelaskan, megathrust adalah zona pertemuan dua lempeng tektonik berbeda, ketika satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya. Bagian pertemuan pada kedalaman kurang dari 50 kilometer disebut zona megathrust. Sumber gempa ini berpotensi menghasilkan gempa bermagnitudo 8 atau lebih.

Zona megathrust di Indonesia tersebar di barat Sumatra, selatan Jawa dan Bali, Nusa Tenggara, utara serta timur laut Sulawesi, dan timur laut Halmahera. Supartoyo juga menyebut gempa Aceh pada 2024 dan gempa Pulau Nias pada 2005 sebagai contoh gempa yang bersumber dari zona megathrust.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.