bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, AiMOGA Robotics mengembangkan kursi roda AiMOGA BCI yang dapat dikendalikan melalui sinyal otak. Perangkat ini menggunakan teknologi antarmuka otak-komputer untuk mengubah aktivitas otak menjadi instruksi gerak.
Teknologi tersebut ditujukan bagi orang dengan keterbatasan gerak pada tangan atau anggota tubuh lain, tetapi masih dapat memahami instruksi. AiMOGA menyebut pengembangan ini bertujuan membantu penyandang paraplegia tingkat tinggi, orang yang mengalami stroke, serta mereka yang memiliki gangguan mobilitas lainnya.
Pengguna mengenakan alat non-invasif untuk merekam sinyal EEG (electroencephalography) dengan delapan kanal. Mereka lalu memusatkan perhatian pada pilihan arah yang tampil di layar. Sistem mengenali sinyal yang sesuai untuk menjalankan perintah maju, mundur, belok kiri, belok kanan, atau berhenti.
AiMOGA mengklaim akurasi pengenalan perintah EEG perangkat tersebut melampaui 95 persen, dengan jeda pemrosesan kurang dari tiga detik. Sistemnya juga menggabungkan kecerdasan buatan dan kendali gerak robot.
Kursi roda itu dilengkapi LiDAR dan kamera kedalaman untuk mendukung navigasi berbasis peta serta pendeteksian dan penghindaran rintangan. Pengguna juga dapat mengoperasikannya melalui layar sentuh. Perangkat ini memiliki tombol berhenti darurat dan opsi pengambilalihan kendali secara manual.
AiMOGA BCI mengikuti Global Brain-Computer Interface × Medical Insurance Innovation Scenario Competition 2026 di Hangzhou, China. Perangkat itu meraih juara pertama dalam kategori "Mind-Driven Wheelchair Challenge" setelah menuntaskan lintasan dalam 2 menit 16 detik, unggul 17 detik dari peserta di posisi kedua.
Dalam perlombaan tersebut, peserta memakai alat perekam EEG untuk mengendalikan kursi roda melewati lintasan yang ditentukan, dengan waktu penyelesaian sebagai indikator utama penilaian. AiMOGA menyatakan fitur penghindaran rintangan berbasis LiDAR dan navigasi peta dinonaktifkan sesuai aturan kompetisi. Perusahaan menilai hasil tersebut menunjukkan kemampuan perangkat dalam merekam sinyal EEG, mengenali perintah, dan mengendalikan gerak dalam tugas yang diuji.