bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Akademisi Nilai Revitalisasi Tekstil Dapat Memperkuat Manufaktur Nasional

Redaksi 28 September 2026 12 views
Akademisi Nilai Revitalisasi Tekstil Dapat Memperkuat Manufaktur Nasional
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Sarlina Sari, menilai revitalisasi industri tekstil dapat memperkuat manufaktur nasional. Upaya itu, menurutnya, bisa dilakukan melalui modernisasi teknologi, peningkatan produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja.

Sarlina mengatakan industri tekstil berperan dalam kegiatan produksi dan ekspor serta berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja, industri pendukung, dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Ia mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap revitalisasi sektor tersebut, yang dinilai sejalan dengan upaya memperkuat manufaktur, meningkatkan daya saing, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat kapasitas produksi nasional.

Industri tekstil menghadapi sejumlah tantangan, antara lain persaingan global, perubahan rantai pasok dan permintaan pasar, tekanan biaya produksi, serta kebutuhan untuk memperbarui mesin dan teknologi. Sarlina menilai perhatian pemerintah terhadap sektor ini perlu menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk menguatkan industri nasional.

Ia juga menyoroti peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dalam mendukung investasi dan penguatan industri strategis. Menurut Sarlina, investasi tekstil sebaiknya tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga mendorong produktivitas, efisiensi, kualitas produk, inovasi teknologi, dan kemampuan menembus pasar global. Ia turut mengapresiasi perhatian CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani terhadap investasi dan penguatan sektor industri.

Sarlina menekankan bahwa dukungan terhadap industri tekstil akan lebih berarti jika diarahkan pada modernisasi teknologi, penguatan rantai pasok, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan pasar ekspor. Keberhasilan investasi, ujarnya, perlu dilihat dari hasil seperti peningkatan produktivitas, efisiensi, kualitas, ekspor, penyerapan tenaga kerja, serta keberlanjutan industri, bukan hanya dari besarnya dana yang masuk.

Menurut Sarlina, industri tekstil pernah menjadi sektor penting dalam perkembangan manufaktur Indonesia. Revitalisasi saat ini dapat menjadi kesempatan untuk membangun kembali kekuatan sektor tersebut dengan pendekatan yang lebih modern dan sesuai perkembangan teknologi. Ia menambahkan, tantangan industri tidak cukup diatasi dengan kebijakan jangka pendek dan membutuhkan transformasi menyeluruh.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.