bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, raksasa teknologi asal China, Alibaba, telah secara resmi memperkenalkan model kecerdasan buatan (AI) terbarunya, Qwen 3.8-Max, yang kini tersedia untuk pengguna di seluruh dunia. Model AI generasi terbaru ini diklaim memiliki kemampuan yang sangat mendekati model AI canggih milik Anthropic, yaitu Claude Fable 5.
Peluncuran Qwen 3.8-Max menandai kembalinya Alibaba ke strategi rilis open-source untuk model AI tercanggihnya, setelah sebelumnya perusahaan memilih untuk tidak merilis beberapa produk unggulannya secara terbuka di awal tahun ini. Langkah ini juga menunjukkan partisipasi aktif perusahaan dalam gelombang peluncuran model AI canggih oleh perusahaan-perusahaan China yang terus berupaya mempersempit kesenjangan dengan laboratorium AI terkemuka di Amerika Serikat.
Menurut informasi dari South China Morning Post, model AI ini memiliki ukuran 2,4 triliun parameter dan mendukung pemrosesan konteks (context window) hingga 1 juta token. Kapasitas ini memungkinkan model untuk mengolah teks setara dengan 750.000 kata dalam satu kali permintaan.
Para pengembang kini dapat mengakses Qwen 3.8-Max melalui layanan API Model Studio di Alibaba Cloud, serta melalui platform asisten kerja AI milik Alibaba, QwenWork. Peluncuran model AI ini dilaporkan memberikan dampak positif pada saham Alibaba di bursa Hong Kong, yang mengalami kenaikan 7 persen dan ditutup pada level HK$125,20 pada hari yang sama.
Sebagai model dasar multimodal, Qwen 3.8-Max dirancang untuk memproses berbagai jenis data, termasuk dokumen panjang, serial televisi, dan tayangan live streaming, guna membangun basis pengetahuan yang dapat diakses kembali. Alibaba mengklaim kemampuan model ini meliputi kemampuan mendesain ulang perangkat lunak aplikasi hanya dari tangkapan layar, menciptakan permainan interaktif dan animasi edukasi, serta mengubah denah lantai dua dimensi menjadi visualisasi 3D.
Alibaba memposisikan Qwen 3.8-Max sebagai solusi yang sangat andal untuk tugas-tugas seperti autonomous coding, penelitian kompleks, dan pekerjaan berbasis alur kerja jangka panjang.
Data dari perusahaan menunjukkan bahwa Qwen 3.8-Max menempati peringkat kelima dalam klasemen Text Arena dan peringkat kedua dalam Vision Arena, dua platform pemeringkatan AI yang didasarkan pada pemungutan suara pengguna. Kinerjanya hanya sedikit di bawah beberapa model pilihan dari lini Claude milik Anthropic.
Model ini sebelumnya telah diperkenalkan secara terbatas pada 19 Juli lalu, di mana Alibaba menyatakan performanya 'hanya kalah' dari Fable 5 milik Anthropic. Secara teknis, Qwen 3.8-Max menggunakan arsitektur sparse mixture-of-experts yang dikombinasikan dengan mekanisme hybrid attention. Meskipun memiliki total 2,4 triliun parameter, model ini hanya mengaktifkan sekitar 95 miliar parameter (sekitar 4 persen) selama pemrosesan, yang menjadikannya efisien dalam penggunaan daya komputasi untuk pemrosesan skala besar.
Peluncuran ini terjadi di tengah persaingan ketat di antara pengembang AI China yang berfokus pada pengembangan agen pemrogram (coding agents), sistem multimodal, dan perangkat lunak untuk mengeksekusi alur kerja yang rumit dan bertahap. Bulan lalu, Moonshot AI meluncurkan Kimi K3, sebuah model multimodal berukuran 2,8 triliun parameter dengan context window 1 juta token. Selain itu, DeepSeek baru-baru ini memperbarui API V4-Flash miliknya untuk meningkatkan kemampuan agen AI dan mulai menguji platform perangkat lunak baru untuk manajemen tugas berbasis tools.
Platform QwenWork yang baru dirilis, yang didukung oleh model Qwen, memiliki kemampuan untuk menyusun draf dokumen, menganalisis data, menghasilkan audio dan video, serta membuat situs web, menggabungkan fitur-fitur dari alat agen AI Alibaba sebelumnya.