bytedaily - Dilansir dari sports.yahoo.com, keputusan Cleveland Browns untuk menukar pemain bertahan bintang mereka, Myles Garrett, dinilai sebagai langkah yang tidak masuk akal dan merugikan. Garrett, yang disebut sebagai penerus Reggie White di era NFL modern, ditukar dengan Jared Verse, tiga pilihan draf, termasuk pilihan pertama pada tahun 2027, dengan Los Angeles Rams.
Perbandingan dengan kesepakatan blockbuster sebelumnya, di mana Micah Parsons ditukar dari Dallas Cowboys ke Green Bay Packers dengan dua pilihan pertama dan tackle-tackle Kenny Clark, menunjukkan bahwa nilai yang diterima Browns untuk Garrett dianggap kurang memadai. Garrett sendiri telah mencatatkan rekor 23 *sack* dalam satu musim pada tahun 2025 dan memenangkan penghargaan Defensive Player of the Year keduanya dalam tiga tahun, meskipun seringkali mendapatkan penjagaan ganda atau tiga kali lipat.
Artikel tersebut menyoroti bahwa pilihan draf yang diterima Browns harus benar-benar menjadi pemain bintang, dan mengingat Rams berada dalam persaingan gelar juara, pilihan draf premium tersebut kemungkinan besar akan berada di urutan terbawah putaran pertama.
Perbedaan strategi ini disorot sebagai alasan mengapa Rams terus berupaya meraih gelar Super Bowl selama satu dekade terakhir, sementara Browns belum merasakan gelar juara sejak tahun 1964 dan belum pernah sekalipun tampil di Super Bowl. Situasi ini membuat Cleveland dianggap sebagai mitra dagang yang mudah dimanfaatkan oleh Rams.
Rams, yang dipimpin oleh General Manager Les Snead dan pelatih Sean McVay, dikenal dengan pendekatan agresif mereka dalam membangun tim yang siap bersaing, termasuk dengan mengakuisisi Garrett yang berusia 30 tahun untuk memperkuat lini pertahanan mereka. Sebaliknya, Browns digambarkan sebagai tim yang terus menerus menciptakan masalah baru, merujuk pada keputusan kontroversial sebelumnya seperti menukar Baker Mayfield, memberikan kontrak besar kepada Deshaun Watson di tengah tuduhan pelecehan seksual, serta pilihan draf yang kurang berhasil seperti Johnny Manziel dan Justin Gilbert, atau melewatkan Donovan McNabb demi Tim Couch.
Sejarah Browns juga mencakup keputusan untuk tidak memilih Julio Jones dan malah berdagang untuk mendapatkan paket draf yang tidak menghasilkan apa-apa, serta peran mantan Chief Strategy Officer Paul DePodesta yang konsep "Moneyball"-nya tidak sepenuhnya berhasil di NFL. Penukaran Garrett, seorang talenta generasional yang didraft sebagai pilihan pertama pada tahun 2017, semakin menambah daftar keputusan yang dipertanyakan di bawah kepemilikan Jimmy dan Dee Haslam, yang sering dikritik karena kurangnya gelar divisi dan performa tim yang tidak konsisten.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi sports.yahoo.com.