bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 16:59 WIB

Analisis Legenda Liverpool: Keputusan Konyol Arteta di Final Carabao Cup Jadi Kunci Kekalahan Arsenal

Redaksi 24 Maret 2026 24 views
Analisis Legenda Liverpool: Keputusan Konyol Arteta di Final Carabao Cup Jadi Kunci Kekalahan Arsenal
Ilustrasi: Analisis Legenda Liverpool: Keputusan Konyol Arteta di Final Carabao Cup Jadi Kunci Kekalahan Arsenal

bytedaily - Mantan pemain legendaris Liverpool, Jamie Redknapp, mengkritik keras keputusan pelatih Arsenal, Mikel Arteta, yang memilih menurunkan Kepa Arrizabalaga sebagai penjaga gawang utama dalam laga final Carabao Cup melawan Manchester City. Keputusan ini dinilai sebagai blunder fatal yang mengubur harapan Arsenal meraih trofi musim ini.

Arsenal harus mengakui keunggulan Manchester City dengan skor 0-2 di final yang digelar Minggu (22/3). Redknapp secara gamblang menyebut Kepa sebagai kambing hitam kekalahan tim asal London Utara tersebut, lantaran kualitasnya dinilai jauh di bawah David Raya yang kerap menjadi pilihan utama.

Kesalahan fatal Kepa terjadi pada menit ke-60. Kegagalannya mengamankan umpan silang membuka peluang bagi Nico O'Reilly untuk mencetak gol pembuka, sebelum sang pemain melengkapi brace-nya empat menit berselang. Redknapp menegaskan bahwa Arteta memikul tanggung jawab penuh atas kekalahan ini.

"Saya tahu ada sentimen karena dia bermain di babak-babak sebelumnya. Tapi Kepa tidak lebih baik dari Raya, itu sebabnya dia menjadi kiper nomor dua Anda," ujar Redknapp seperti dikutip dari Sky Sports. "Jadi mengapa di final besar, ketika Anda berusaha meraih kemenangan dan sudah lama tidak mengangkat trofi, Anda malah memutuskan memainkannya? Anda [Arteta] harus bertanggung jawab karena itu kesalahan besar."

Redknapp kemudian membandingkan situasi di Arsenal dengan kebijakan Pep Guardiola di Manchester City. Meskipun mendatangkan James Trafford, Guardiola tetap mempercayakan posisi utama kepada Gianluigi Donnarumma. "Saya tidak mengatakan dia [Kepa] kiper yang buruk, tetapi dia tidak sebagus Raya dan itu menjadi bumerang besar," pungkasnya.