bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, Amazon.com, Inc. (NASDAQ:AMZN) menempati peringkat ketiga dalam daftar 10 saham AI terbaik untuk jangka panjang. Posisi kepemimpinan Amazon Web Services (AWS) di pasar cloud, yang sudah kuat sebelum revolusi AI, kini semakin terangkat berkat lonjakan permintaan komputasi untuk melatih dan menjalankan model AI.
Peningkatan penggunaan layanan cloud berbasis GPU AWS dan chip AI seperti Trainium serta Inferentia telah mendorong pertumbuhan pendapatan AWS sebesar 28% pada kuartal pertama, mencapai tingkat tahunan sekitar US$150 miliar. Angka ini menandai pertumbuhan tercepat AWS dalam 15 kuartal terakhir.
AWS tidak lagi hanya menjadi perusahaan AI yang berfokus pada cloud dan perangkat lunak. Lini chip AI Trainium Amazon menunjukkan permintaan yang kuat dan skalabilitas yang pesat. Chip Trainium telah mencatat pesanan lebih dari US$225 miliar, sebuah angka yang sebelumnya melampaui US$20 miliar dengan pertumbuhan tahun-ke-tahun tiga digit.
Laporan The Information baru-baru ini menyebutkan bahwa chip AI Trainium Amazon mulai dilirik pengembang yang sebelumnya mengandalkan GPU Nvidia. Beberapa pengguna melaporkan penurunan biaya inferensi hingga 35% saat beralih ke chip Trainium terbaru dibandingkan dengan Nvidia H100. Amazon mengklaim chip Trainium2 miliknya menawarkan kinerja harga sekitar 30% lebih baik daripada GPU sejenis dan hampir habis terjual, menunjukkan adopsi yang kuat dari pelanggan AI. Generasi berikutnya, Trainium3, dikabarkan meningkatkan kinerja 30%-40% di atas Trainium2 dan sudah hampir sepenuhnya terpesan.
Dalam surat investor kuartal pertama 2026, Vulcan Value Partners mencatat bahwa Amazon.com, Inc. (NASDAQ:AMZN) menjadi salah satu dari tujuh kontributor utama terhadap kinerja. Perusahaan melaporkan hasil yang kuat untuk tahun fiskal dan kuartal keempat, dengan pendapatan AWS naik 24% dan pendapatan iklan yang sangat menguntungkan tumbuh 22%. AWS diuntungkan oleh permintaan berbasis AI untuk layanan cloudnya, dan pertumbuhannya terus terakselerasi. Selain itu, Amazon mengembangkan layanan satelit Leo yang berpotensi bersaing dengan Starlink, yang berdampak pada belanja modal perusahaan.
Meskipun mengakui potensi AMZN sebagai investasi, analisis ini menyarankan bahwa beberapa saham AI lainnya mungkin menawarkan potensi kenaikan yang lebih besar dengan risiko yang lebih rendah.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.