bytedaily - Pertarungan sengit Timnas Indonesia melawan Bulgaria dalam partai final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno segera tersaji. Menjelang laga krusial ini, muncul perbincangan menarik mengenai strategi yang akan diterapkan oleh pelatih John Herdman, khususnya terkait penggunaan banyak pemain bertahan.
Pada pertandingan sebelumnya melawan Saint Kitts and Nevis di semifinal, Herdman mengejutkan publik dengan menurunkan tujuh pemain berposisi asli bek. Formasi ini, meskipun mengerahkan banyak pemain di lini pertahanan, tetap memungkinkan tim untuk bermain solid dengan empat atau tiga bek sejajar, sambil menggeser beberapa pemain ke peran gelandang bertahan atau sayap. Pendekatan taktis ini terbukti ampuh dalam meredam serangan lawan dan memaksimalkan potensi serangan balik cepat.
Pertanyaannya kini, apakah strategi serupa perlu diulang saat menghadapi Bulgaria? Meskipun demikian, kualitas dan organisasi permainan Bulgaria yang diprediksi lebih unggul dibandingkan Saint Kitts and Nevis mengindikasikan perlunya penyesuaian. Formasi yang terlalu defensif berpotensi membuat Timnas Indonesia kehilangan kendali permainan, terutama di sektor tengah lapangan.
Oleh karena itu, mempertahankan struktur 'bek rasa gelandang' bisa menjadi solusi untuk menjaga keseimbangan tim. Penempatan pemain seperti Calvin Verdonk, yang memiliki fleksibilitas posisi, berpotensi didampingi gelandang murni seperti Joey Pelupessy. Kombinasi ini dapat menawarkan stabilitas permainan tanpa mengorbankan geliat serangan. Kunci utama keberhasilan melawan Bulgaria juga terletak pada kemampuan transisi tim, dari bertahan rapat menjadi menyerang secara cepat dan efektif.