bytedaily - Menurut laporan bbc.com, Xabi Alonso, mantan pelatih Bayer Leverkusen dan Real Madrid, dipercaya untuk membawa klub Chelsea kembali bersaing di level tertinggi. Pengalamannya di Leverkusen, di mana ia mengubah tim yang nyaris terdegradasi menjadi juara Bundesliga tanpa terkalahkan, menjadi pertimbangan utama.
Alonso, 44 tahun, memiliki rekam jejak yang mengesankan. Meskipun masa jabatannya di Real Madrid berakhir karena perselisihan dengan beberapa pemain bintang, ia belajar banyak dari lingkungan berprofil tinggi tersebut. Saat itu, persentase kemenangannya mencapai 71,4%, tertinggi di antara manajer Madrid dalam satu dekade terakhir.
Pendekatan manajerial Alonso cenderung mengedepankan prinsip dan keyakinan yang ditanamkan pada skuad, bukan terpaku pada satu formasi spesifik. Ia pernah menggunakan formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 saat melatih tim B Real Sociedad, sebelum beralih ke 3-4-3 yang sukses diterapkan di Leverkusen.
Keputusan formasi Alonso seringkali dipengaruhi oleh kualitas pemain yang dimilikinya dan taktik lawan. Ia dapat memilih menggunakan lima bek untuk menandingi formasi lima bek lawan, seperti saat Madrid menang 1-0 melawan Juventus di Piala Dunia Antarklub.
Di Leverkusen, dengan pemain sayap seperti Jeremie Frimpong dan Alejandro Grimaldo yang piawai menyerang, penggunaan lima bek menjadi pilihan yang mudah. Sementara itu, di Real Madrid, variasi pemain seperti Federico Valverde, Jude Bellingham, Franco Mastantuono, dan Vinicius Junior memungkinkan Alonso lebih sering menggunakan empat bek.
Saat tidak menguasai bola, Leverkusen di bawah Alonso bermain agresif dengan formasi 5-2-3, menekan lawan dengan garis pertahanan tinggi. Namun, di Real Madrid, para gelandang dan penyerang dinilai kurang memiliki intensitas yang sama untuk menerapkan ide tersebut, ditambah tantangan mengakomodasi Kylian Mbappe dan Vinicius Junior saat bertahan, yang coba diatasi Alonso dengan formasi 4-4-2.
Terlepas dari apakah ia memulai dengan empat atau lima bek, bentuk permainan Alonso bersifat cair. Ia memiliki pola permainan yang diinginkan pada fase tertentu dan meminta pemain dengan kemampuan yang sesuai untuk bergerak ke posisi tertentu. Di lini serang, Alonso seringkali menempatkan lima pemain yang bergantian turun untuk menerima bola. Lima pemain ini dapat diatur dalam berbagai cara, baik dari formasi tiga bek dengan dua wing-back yang kuat menyerang, maupun dari sistem empat bek dengan satu bek sayap dan satu pemain sayap di setiap sisi, ditambah kombinasi tiga gelandang atau penyerang di tengah.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.