bytedaily - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan serius terkait potensi serangan terhadap fasilitas ekspor minyak Iran di Pulau Kharg. Bersamaan dengan itu, ia juga menyerukan sekutu AS untuk mengerahkan armada laut guna memastikan kelancaran arus perdagangan di Selat Hormuz, sebuah koridor vital bagi pasokan energi dunia.
Ancaman ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung, dengan Trump mengklaim bahwa serangan udara AS sebelumnya telah melumpuhkan sebagian besar infrastruktur di Pulau Kharg, yang merupakan jantung aktivitas ekspor minyak Iran. Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran signifikan mengenai stabilitas pasokan energi global, mengingat Iran memiliki potensi untuk mengganggu lalu lintas maritim di Selat Hormuz, yang dilalui oleh sekitar seperlima dari total perdagangan minyak dunia.
Lonjakan harga energi teramati seiring dengan gejolak yang dipicu oleh konflik ini terhadap pasokan minyak global. Para analis memperkirakan volatilitas di pasar energi kemungkinan akan berlanjut dalam jangka waktu yang belum pasti. Trump kemudian mengimbau negara-negara pengimpor minyak melalui Selat Hormuz untuk turut serta dalam menjaga keamanan jalur tersebut, dengan AS menawarkan bantuan. Namun, permintaan ini belum mendapatkan tanggapan pasti dari negara-negara seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris.
Sementara itu, Iran melalui Menteri Luar Negerinya Abbas Araqchi menegaskan akan memberikan balasan terhadap setiap serangan yang menyasar fasilitas energinya. Laporan juga menyebutkan adanya serangan rudal dan drone yang dilancarkan oleh Garda Revolusi Iran ke target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan tersebut, yang diklaim sebagai respons atas korban jiwa di industri Iran. Situasi ini diperparah dengan laporan gangguan pada pusat energi di Uni Emirat Arab dan penghentian sementara operasi pemuatan minyak di Fujairah karena serangan drone. Ketegangan geopolitik ini secara keseluruhan memperburuk kondisi pasar energi global, sementara pernyataan dari Pemimpin Tertinggi Iran yang menyebut penutupan Selat Hormuz semakin meningkatkan kekhawatiran pasar.