bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 01:18 WIB

Android Luncurkan Fitur 'Pause Point' untuk Mengatasi Kebiasaan 'Doomscrolling'

Redaksi 13 Mei 2026 11 views
Android Luncurkan Fitur 'Pause Point' untuk Mengatasi Kebiasaan 'Doomscrolling'
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, sistem operasi Android kini dilengkapi fitur baru bernama Pause Point yang dirancang untuk mencegah pengguna terlalu lama terpaku pada aplikasi yang dianggap adiktif. Fitur ini muncul seiring dengan meningkatnya kekhawatiran tentang dampak negatif penggunaan media sosial dan algoritma yang memakan waktu.

Pause Point bekerja dengan memberlakukan jeda selama 10 detik setiap kali pengguna membuka aplikasi yang telah ditandai sebagai pengalih perhatian. Aplikasi seperti TikTok, Instagram, X, dan bahkan YouTube dari Google dapat dikategorikan sebagai 'pengalih perhatian' oleh pemilik perangkat Android yang khawatir akan algoritma yang menyita waktu mereka.

Langkah Google ini tidak hanya berfokus pada kesejahteraan pengguna, tetapi juga merupakan respons terhadap tekanan regulasi yang meningkat terkait bahaya media sosial dan algoritma. Banyak negara dan wilayah di Amerika Serikat telah mengeluarkan undang-undang untuk membatasi atau melarang penggunaan media sosial oleh anak di bawah umur, seiring dengan pemahaman yang lebih baik tentang dampak aplikasi ini terhadap kesehatan mental kaum muda.

Dengan adanya Pause Point, Google dapat mengklaim perannya sebagai bagian dari solusi, bukan masalah. Dieter Bohn, direktur operasi produk untuk organisasi Platforms & Ecosystems Google, menyatakan dalam konferensi pers pembaruan Android 17 bahwa Android semakin mampu, namun Google juga ingin menyediakan alat bagi pengguna untuk memutuskan koneksi saat dibutuhkan.

Berbeda dengan pengatur waktu aplikasi tradisional yang hanya mengingatkan untuk beristirahat, Pause Point menginterupsi peluncuran aplikasi dan aliran dopamin yang mengikutinya. Hal ini memaksa pengguna untuk berhenti sejenak dan merenungkan apakah mereka benar-benar ingin membuka aplikasi tersebut atau itu hanya kebiasaan yang ingin diubah.

Google menyarankan waktu jeda yang diberikan Pause Point dapat digunakan untuk latihan pernapasan singkat atau memikirkan aktivitas lain yang lebih bermanfaat. Fitur ini juga dapat menyarankan aplikasi yang lebih produktif, seperti aplikasi kebugaran, buku audio, atau aplikasi membaca e-book. Pengguna juga dapat memilih untuk melihat foto-foto favorit guna mendapatkan ide aktivitas lain seperti berjalan-jalan di luar, bermain dengan hewan peliharaan, atau menekuni kerajinan tangan.

Selain itu, Pause Point memungkinkan pengguna untuk mengatur batas waktu penggunaan aplikasi sebelum memulai, sehingga waktu yang dihabiskan di dalam aplikasi terasa lebih disengaja sejak awal. Fitur ini juga dirancang lebih sulit untuk dinonaktifkan dibandingkan pengatur waktu aplikasi konvensional. Menurut Google, untuk menonaktifkan Pause Point, pengguna harus me-restart ponsel, yang juga mendorong mereka untuk berpikir ulang sebelum menonaktifkannya.

Meskipun Pause Point mungkin tidak sepopuler aplikasi fokus atau perawatan diri seperti Finch atau Focus Friend, keunggulannya adalah terintegrasi langsung ke dalam Android, yang berpotensi membantunya mendapatkan daya tarik luas.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.