bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, startup asal Korea Selatan, LetinAR, telah menghabiskan satu dekade terakhir untuk mengembangkan teknologi optik yang memungkinkan kacamata pintar (smart glasses) menjadi perangkat yang benar-benar dapat dikenakan sehari-hari. Perusahaan yang didukung oleh LG Electronics ini baru saja berhasil mengumpulkan dana sebesar $18,5 juta dari Korea Development Bank dan Lotte Ventures, sebagai persiapan untuk rencana penawaran umum perdana (IPO) di Korea Selatan pada tahun 2027.
LetinAR tidak memproduksi kacamata itu sendiri, melainkan fokus pada pembuatan komponen optik yang menjadi inti dari fungsi kacamata pintar. CEO Jaehyeok Kim menjelaskan bahwa modul optik, yaitu komponen lensa kecil yang memproyeksikan gambar ke pandangan pengguna, sangat menentukan apakah kacamata pintar terasa seperti perangkat futuristik atau sesuatu yang praktis untuk digunakan di tempat kerja. Tantangan utama industri ini adalah menciptakan komponen yang ringan, tipis, hemat daya, namun tetap menghasilkan gambar yang tajam dan jelas, serta cukup kecil untuk dimasukkan ke dalam bingkai kacamata yang terlihat normal.
Kim melihat kacamata AI sebagai platform berikutnya, dan modul optik adalah bagian tersulit untuk disempurnakan. Ia menyatakan bahwa pembuat kacamata AI akan membutuhkan lensa yang lebih tipis, lebih ringan, dan lebih hemat daya daripada yang ada saat ini. LetinAR bercita-cita menjadi mitra pilihan bagi para pembuat kacamata tersebut.
Perusahaan ini menyebut teknologinya sebagai PinTILT. Teknologi ini melibatkan pengaturan elemen optik kecil di dalam lensa untuk mengarahkan cahaya secara presisi ke mata pengguna, bukan menyebarkannya ke segala arah. Berbeda dengan teknologi lensa pintar yang dominan saat ini, seperti waveguide, yang bekerja dengan membagi dan menyebarkan cahaya ke seluruh lensa untuk menciptakan gambar yang luas, PinTILT dirancang untuk efisiensi yang lebih tinggi. Pendekatan waveguide seringkali menghasilkan lensa yang tipis namun boros energi karena banyak cahaya terbuang sebelum mencapai mata, yang berakibat pada gambar yang lebih redup dan konsumsi daya yang lebih besar.
Perkembangan di pasar kacamata pintar menunjukkan momentum yang kuat. Meta telah menjual kacamata Ray-Ban berkemampuan AI sejak tahun 2023, Google sedang mengembangkan Android XR, dan Apple diperkirakan akan memasuki pasar. Laporan terbaru juga menyebutkan Samsung bersiap meluncurkan kacamata AI pertamanya yang dirancang bersama Gentle Monster. Perusahaan teknologi besar lainnya dari Tiongkok seperti Huawei, Alibaba, dan Xiaomi juga aktif dalam pengembangan ini. Data dari Omdia menunjukkan pengiriman kacamata AI global melonjak hingga 8,7 juta unit pada tahun 2025, meningkat lebih dari 300% dari tahun sebelumnya, dengan proyeksi mencapai lebih dari 15 juta unit tahun ini.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.