bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 20:31 WIB

Anggota Kongres AS Selidiki Dugaan Penargetan Ilmuwan dan Insinyur Dirgantara

Redaksi 25 April 2026 12 views
Anggota Kongres AS Selidiki Dugaan Penargetan Ilmuwan dan Insinyur Dirgantara
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dua anggota Kongres Amerika Serikat dari Komite Pengawas dan Reformasi Pemerintah DPR, Rep. James Comer (R-KY) dan Rep. Eric Burlison (R-MO), dilaporkan tengah menyelidiki serangkaian hilangnya dan kematian ilmuwan serta insinyur di sektor dirgantara dan keamanan nasional. Mereka telah mengirimkan surat terbuka kepada para pemimpin Departemen Energi, Departemen Pertahanan, FBI, dan NASA, menuntut penjelasan mengenai insiden-insiden tersebut. FBI dilaporkan tengah memimpin upaya pencarian kaitan antara para ilmuwan yang hilang dan meninggal.

Menurut laporan jalopnik.com, kekhawatiran ini muncul setelah adanya daftar individu yang hilang dan meninggal, termasuk seorang jenderal yang memimpin laboratorium dirgantara rahasia Angkatan Udara, seorang mantan perwira Angkatan Udara yang akan bersaksi sebagai whistleblower, tiga ilmuwan dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, dua orang dari Los Alamos National Laboratory, seorang pemimpin dunia dalam fusi nuklir, seorang astrofisikawan, dan seorang ahli kimia.

Namun, penyelidikan lebih mendalam menunjukkan bahwa insiden-insiden tersebut tersebar selama tiga tahun terakhir, dengan kejadian pertama tercatat pada tahun 2023. Salah satu individu yang meninggal adalah Michael David Hicks, seorang ilmuwan JPL yang berspesialisasi dalam asteroid dan komet. Jalopnik.com mempertanyakan apakah target seperti ini akan dipilih oleh kekuatan asing yang ingin melemahkan pertahanan Amerika.

Di Los Alamos National Laboratory, tempat penelitian senjata nuklir dilakukan, dua orang dilaporkan hilang. Salah satunya adalah Anthony Chavez, yang berusia 78 tahun dan sudah lama pensiun. Saat masih bekerja, ia berprofesi sebagai mandor konstruksi, bukan terlibat dalam riset nuklir. Individu lain dari Los Alamos yang hilang adalah Melissa Casias, yang dilaporkan sebagai asisten administrasi yang bertanggung jawab atas pembelian perlengkapan kantor.

Insiden terbaru adalah hilangnya Mayor Jenderal William Neil McCasland pada 27 Februari. Ia pernah memimpin Laboratorium Riset Angkatan Udara, namun telah pensiun 13 tahun sebelumnya. Istrinya menyatakan bahwa saat menghilang, ia meninggalkan ponsel dan kacamatanya di rumah, namun membawa pistol revolver.

Beberapa kematian dalam daftar tersebut diketahui sebagai pembunuhan, namun pelaku sudah diketahui. Salah satunya adalah profesor MIT Nuno Loureiro.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.