bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 21:25 WIB

Pegasus: Tongkang Raksasa NASA untuk Mengangkut Roket Antariksa

Redaksi 19 Mei 2026 2 views
Pegasus: Tongkang Raksasa NASA untuk Mengangkut Roket Antariksa
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menggunakan sebuah tongkang raksasa bernama Pegasus untuk mengangkut komponen-komponen besar roket antariksa, termasuk untuk misi Artemis II yang membawa astronaut mengitari Bulan. Roket Space Launch System (SLS) untuk misi Artemis II, yang memiliki tinggi 30 lantai, tidak muncul begitu saja di landasan peluncuran. NASA merakit SLS dari komponen-komponen besar seperti empat mesin RS-25, pendorong roket padat, dan tahapan inti (core stage) yang masif.

Tahapan inti SLS ini memiliki tinggi 212 kaki dengan diameter 27,6 kaki. Ukuran yang sangat besar ini tidak memungkinkan pengangkutan menggunakan truk melintasi daratan Amerika Serikat. Di sinilah peran Pegasus Barge menjadi krusial. Tongkang ini digunakan NASA untuk mengangkut komponen roket berukuran gigantis melintasi jalur air pedalaman dan samudra. Untuk mengakomodasi pengangkutan tahapan inti SLS dan komponen besar lainnya, Pegasus yang sudah panjang harus diperpanjang lagi.

Berbeda dengan Crawler-Transporter CT2 yang bergerak lambat di darat dengan kecepatan 1 mph, Pegasus memungkinkan NASA mengangkut komponen SLS yang sangat besar, seperti tahapan inti yang nyaris tidak mungkin dibawa, melintasi jarak jauh melalui jalur air. Pegasus tidak memiliki mesin penggerak sendiri, melainkan ditarik oleh kapal tunda.

Meskipun panjang Pegasus mencapai 310 kaki, panjang dek kargo yang dapat digunakan hanya 240 kaki, sehingga tahapan inti SLS pas terpasang dengan sedikit ruang tersisa. Pada 16 Juli 2024, Pegasus memulai perjalanan 900 mil membawa tahapan inti vital untuk misi Artemis II. Tongkang ini juga telah digunakan untuk misi selanjutnya, termasuk pengiriman tahapan inti untuk misi Artemis III pada 28 April 2026.

Tongkang Pegasus sebenarnya bukan dirancang khusus untuk mengangkut roket SLS. Awalnya, Pegasus dibuat pada tahun 1999 untuk membantu mengangkut komponen tangki eksternal besar bagi program Space Shuttle yang kini telah dihentikan. Namun, tangki eksternal Space Shuttle ternyata lebih kecil dibandingkan tahapan inti SLS. Tahapan inti SLS lebih tinggi lebih dari 50 kaki dan lebih berat 600.000 pon dibandingkan tangki bahan bakar eksternal.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.