bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Antam Perluas Penjualan Emas Batangan dengan ATM Emas

Redaksi 11 Oktober 2026 10 views
Antam Perluas Penjualan Emas Batangan dengan ATM Emas
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memperluas penjualan emas batangan melalui mesin ATM Emas untuk menjangkau konsumen di luar jaringan Butik Emas Logam Mulia. Layanan ini dibawa ke konser Snada Indonesia 2026 di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu (10/10/2026).

Melalui mesin tersebut, pelanggan dapat membeli emas batangan secara mandiri tanpa perlu mengunjungi butik. Antam menilai kanal distribusi di lokasi hiburan dapat memperkenalkan layanan pembelian emas kepada konsumen dalam suasana yang dekat dengan gaya hidup mereka.

Corporate Secretary Antam Wisnu Danandi Haryanto mengatakan, pengembangan jalur distribusi bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap produk emas. Ia menyebut pembelian emas dapat dilakukan melalui mesin otomatis sebagai alternatif dari gerai konvensional, sehingga konsumen memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Di lokasi konser, Antam juga membuka stan di area makanan dan minuman serta panggung mini. Perusahaan menyiapkan enam keping emas dengan berat masing-masing 0,5 gram sebagai hadiah bagi pengunjung yang mengikuti kegiatan. Selain itu, ada program pembelian emas melalui ATM Emas yang menawarkan dua tiket VIP Snada Indonesia 2026, masing-masing senilai Rp2,5 juta. Program berlangsung pukul 13.00 hingga 16.00 WIB dengan mekanisme dan persyaratan yang ditetapkan perusahaan.

Antam belum menyampaikan target transaksi, volume penjualan, maupun rencana penambahan ATM Emas di lokasi lain. Wisnu mengatakan, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk memperkenalkan emas sebagai aset bernilai jangka panjang kepada pengunjung konser.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.