bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 10:14 WIB

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenhub Perkuat Manajemen Lalu Lintas Pelabuhan Gilimanuk

Redaksi 17 Maret 2026 11 views
Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenhub Perkuat Manajemen Lalu Lintas Pelabuhan Gilimanuk
Ilustrasi: Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenhub Perkuat Manajemen Lalu Lintas Pelabuhan Gilimanuk

bytedaily - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah merancang strategi komprehensif untuk mengatasi potensi kemacetan di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Bali, menjelang periode arus mudik Idulfitri. Langkah prioritas meliputi penambahan kapasitas buffer zone, penambahan armada kapal penyeberangan, serta pengaturan pemisahan jenis kendaraan untuk memperlancar arus.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa buffer zone akan difungsikan sebagai area penampungan sementara untuk kendaraan, meminimalkan penumpukan langsung di pintu masuk pelabuhan. Selain itu, pemisahan kendaraan besar dari kendaraan penumpang dan bus diharapkan dapat mempercepat pergerakan antrean. Kemenhub juga akan memprioritaskan kelancaran penyeberangan bagi kendaraan roda dua, mengingat risiko mobilitas yang lebih tinggi bagi pengendara dalam kondisi antrean panjang.

Menanggapi laporan mengenai antrean kendaraan yang mencapai puluhan kilometer, Kemenhub mengimbau pelaku logistik untuk memberikan prioritas pada kelancaran arus pemudik selama periode puncak. Imbauan ini menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat, mengesampingkan kepentingan sektoral demi pelayanan publik yang lebih luas.

Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko sebelumnya telah mendesak Kemenhub dan PT ASDP Indonesia Ferry untuk segera mengambil tindakan nyata guna mengurai kemacetan parah yang dilaporkan terjadi. Ia menyoroti perlunya penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan terukur untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik. Sudjatmiko juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara Kemenhub, ASDP, kepolisian, dan pemerintah daerah, serta evaluasi mendesak terhadap penambahan armada kapal ferry guna mempercepat proses penyeberangan dan menghindari penumpukan penumpang yang berkepanjangan.