bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 08:27 WIB

Apple Bayar Hingga $95 kepada Pembeli iPhone di AS Terkait Gugatan AI

Redaksi 07 Mei 2026 10 views
Apple Bayar Hingga $95 kepada Pembeli iPhone di AS Terkait Gugatan AI
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, Apple telah setuju untuk membayar total US$250 juta (sekitar £184 juta) kepada sebagian pembeli iPhone di Amerika Serikat untuk mengakhiri gugatan hukum yang menuduh perusahaan tersebut menyesatkan konsumen terkait fitur dan kemampuan kecerdasan buatan (AI) terbarunya.

Dalam penyelesaian yang diajukan pada Selasa di pengadilan federal California, Apple tidak mengakui adanya kesalahan, namun menyepakati kesepakatan yang akan menyelesaikan klaim dalam gugatan class action yang diajukan tahun lalu.

Gugatan tersebut menuduh Apple melakukan iklan palsu terkait fitur AI pada iPhone, yang disebut perusahaan sebagai Apple Intelligence, termasuk peningkatan pada asisten suara Siri.

Apple akan membayar antara US$25 hingga US$95 kepada individu di Amerika Serikat yang membeli iPhone 15 dan iPhone 16 antara Juni 2024 dan Maret 2025.

Seorang juru bicara Apple menyatakan bahwa gugatan tersebut berfokus pada "ketersediaan dua fitur tambahan" dalam jajaran banyak fitur yang dirilis sebagai bagian dari peluncuran Apple Intelligence.

"Kami menyelesaikan masalah ini agar tetap fokus pada hal yang terbaik yang kami lakukan, yaitu menghadirkan produk dan layanan paling inovatif bagi pengguna kami," katanya.

Dalam keluhan yang direvisi yang diajukan minggu lalu untuk kelas pembeli iPhone yang terkonsolidasi, pengacara menyatakan bahwa pemasaran Apple seputar fitur AI baru merupakan iklan palsu.

"Apple mempromosikan kemampuan AI yang tidak ada saat itu, tidak ada sekarang, dan tidak akan ada selama dua tahun atau lebih, jika memang ada, sambil memasarkannya sebagai inovasi terobosan," tulis pengacara.

Mereka menambahkan bahwa Apple melakukan kampanye seputar AI ini secara khusus dalam upaya untuk mengejar ketertinggalan dalam perlombaan teknologi besar yang didorong oleh perusahaan baru seperti OpenAI dan Anthropic.

CEO yang akan mengakhiri masa jabatannya, Tim Cook, telah dikritik selama bertahun-tahun karena dianggap kurang inovatif dalam produk-produk Apple.

Namun, pemasaran Apple Intelligence yang diklaim mampu memberikan pelanggan iPhone versi baru dan lebih baik dari Siri yang akan mengubahnya dari "antarmuka suara terbatas menjadi asisten AI pribadi yang lengkap" diduga keliru.

"iPhone 16 dikirimkan ke konsumen tanpa 'Apple Intelligence', dan Enhanced Siri tidak pernah hadir," tulis pengacara.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.