bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memprediksi program Magang Hub angkatan kedua akan menarik minat sekitar 500 ribu hingga 600 ribu pendaftar. Angka ini melebihi kuota yang disiapkan pemerintah sebanyak 150 ribu orang.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa tingginya antusiasme masyarakat terhadap program ini menunjukkan kebutuhan besar generasi muda untuk mendapatkan pengalaman kerja dan memasuki dunia profesional.
Dijadwalkan dibuka pada 12 Juli 2026, pendaftaran Magang Hub angkatan kedua ini mengalami penambahan kuota menjadi 150 ribu peserta, naik dari angkatan pertama yang menerima sekitar 100 ribu peserta.
Afriansyah menjelaskan bahwa besarnya jumlah pendaftar juga dipengaruhi oleh populasi usia produktif di Indonesia yang sedang menikmati bonus demografi. Ia menekankan pentingnya pemerintah dalam menyiapkan peluang kerja bagi penduduk usia produktif yang jumlahnya signifikan.
Pada pelaksanaan angkatan pertama, program Magang Hub juga mencatat jumlah pendaftar yang jauh melebihi kuota, dengan sekitar 400 ribu orang mendaftar dan hanya 100 ribu yang diterima.
Program Magang Hub sendiri dirancang untuk memberikan pengalaman kerja selama enam bulan kepada lulusan baru di perusahaan mitra, serta memberikan uang saku setara dengan upah minimum daerah setempat.
Untuk memastikan kesempatan yang merata, Afriansyah menegaskan bahwa peserta yang sudah pernah mengikuti Magang Hub tidak diperkenankan mendaftar kembali di angkatan berikutnya.