bytedaily - Misi Artemis II NASA siap membawa kembali manusia mengorbit Bulan untuk pertama kalinya sejak tahun 1972, menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion. Peluncuran dijadwalkan pada Rabu (1/4) dengan perkiraan cuaca 80 persen mendukung.
Empat astronaut – Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch (NASA), dan Jeremy Hansen (Badan Antariksa Kanada) – akan melakukan perjalanan 10 hari mengelilingi Bulan, berpotensi melampaui jarak terjauh yang pernah dicapai manusia dari Bumi. Misi ini juga bersejarah sebagai penerbangan luar angkasa pertama di luar orbit Bumi rendah yang melibatkan astronaut non-kulit putih, wanita, dan warga Kanada.
Meskipun demikian, Artemis II tidak akan mendarat di permukaan Bulan. Menurut Patty Casas Horn, wakil kepala bidang Analisis Misi dan Penilaian Terpadu di NASA, hal ini karena wahana Orion tidak dirancang atau dilengkapi untuk pendaratan bulan. NASA menganut pendekatan bertahap dalam pengembangan teknologi luar angkasa, di mana kemampuan diuji dan ditingkatkan secara iteratif.
Artemis II berfokus pada pengujian berbagai kemampuan penting untuk perjalanan luar angkasa berawak. Setelah misi Artemis I tanpa awak berhasil mengorbit Bulan pada November 2022, Artemis II akan menjadi penerbangan pertama yang membawa manusia ke dalam pesawat ruang angkasa Artemis. Pengujian akan mencakup stabilitas suhu, pengelolaan kelembaban, pasokan air dan makanan, sistem toilet, serta penggunaan alat olahraga di dalam Orion untuk memastikan kenyamanan dan kesejahteraan awak.
Prioritas utama NASA untuk Artemis II adalah keselamatan astronaut, termasuk kemampuan mereka untuk kembali ke Bumi dengan selamat. Keamanan wahana antariksa juga menjadi fokus krusial, diikuti oleh pengujian sistem teknis vital seperti navigasi dan propulsi. Keberhasilan misi ini akan menjadi landasan penting untuk misi pendaratan bulan di masa mendatang.