bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, Presiden Amerika Serikat dan delegasi pejabat AS diwajibkan membuang berbagai barang yang diterima selama kunjungan ke Tiongkok sebelum menaiki pesawat Air Force One. Barang-barang tersebut meliputi ponsel sekali pakai (burner phones), lencana kredensial, dan pin yang diberikan oleh pemerintah Tiongkok.
Menurut seorang jurnalis dari rombongan pers Gedung Putih, para staf Gedung Putih dan wartawan harus menyerahkan barang-barang tersebut ke dalam sebuah wadah di bagian bawah tangga pesawat. "Tidak ada yang dari Tiongkok diizinkan masuk ke pesawat," tulis Emily Goodin, koresponden Gedung Putih untuk New York Post, melalui unggahan di platform X.
Foto-foto dari kunjungan tersebut menunjukkan beberapa anggota delegasi AS, termasuk Presiden Trump, Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung, CEO Apple Tim Cook, CEO Nvidia Jensen Huang, dan agen Dinas Rahasia, mengenakan pin di kerah jas mereka.
Meskipun alasan pasti di balik perintah tersebut tidak dijelaskan, dugaan kuat mengarah pada alasan keamanan. Mengingat Tiongkok dianggap sebagai negara lawan utama Amerika Serikat dengan kemampuan intelijen dan spionase yang canggih, ada kekhawatiran bahwa barang-barang yang diberikan bisa saja disadap. Hal serupa juga berlaku untuk ponsel sekali pakai yang kemungkinan menjadi target selama perjalanan.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.