bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, kolapsnya Spirit Airlines akhir pekan lalu tidak hanya menyebabkan pembatalan massal penerbangannya dan hilangnya pekerjaan bagi lebih dari 15.000 orang, tetapi juga menimbulkan dampak lanjutan pada penerbangan komersial. Sebuah bandara kecil di luar Pittsburgh mengalami dampak terparah.
Arnold Palmer Regional Airport merupakan satu-satunya bandara di Amerika Serikat yang hanya dilayani oleh Spirit Airlines. Fasilitas yang dinamai dari pegolf legendaris tersebut kini berupaya menarik maskapai lain untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Spirit. Bandara ini sebenarnya sedang merencanakan ekspansi senilai $22 juta yang dijadwalkan dibuka pada Juli, yang diharapkan dapat menarik maskapai baru. Namun, hingga layanan komersial kembali, bandara hanya dapat beroperasi dengan penerbangan charter dan jet pribadi.
Direktur Eksekutif Westmoreland County Airport Authority, Moe Haas, menyatakan kepada WTAE, "Kami mungkin akan melakukan pengurangan tenaga kerja. Kami sangat tidak menyukai hal ini karena kami adalah satu keluarga besar di bandara ini. Banyak orang yang mencurahkan hati dan jiwa mereka untuk membuat tempat ini berkembang."
Situasi di Palmer Airport mungkin merupakan skenario paling ekstrem, namun menggambarkan peran Spirit Airlines di banyak bandara regional kecil. Bandara Internasional Atlantic City di New Jersey mengalami kondisi serupa, di mana Spirit menyumbang 75% dari total penerbangan komersialnya, menurut laporan WPVI. Karena Atlantic City lebih dikenal sebagai tujuan wisata dibandingkan Latrobe, Pennsylvania, bandara tersebut sedikit lebih mudah menemukan maskapai pengganti.
Breeze Airways telah memulai operasinya di sana pada hari Rabu, dan bandara tersebut memperkirakan layanan yang hilang akan sepenuhnya tergantikan pada bulan Desember. Meskipun Spirit bangkrut, selalu ada penumpang yang mencari penerbangan termurah. Maskapai lain berupaya memanfaatkan momentum ini untuk menggantikan posisi Spirit sebagai pemimpin di pasar berbiaya rendah. Breeze menjadi contoh yang baik, maskapai ini didirikan pada tahun 2021 oleh David Neeleman, yang juga mendirikan JetBlue dan WestJet. Neeleman sengaja menciptakan maskapai ini untuk melayani pasar yang kurang terlayani dengan penerbangan komersial.
Minggu ini, Breeze mengumumkan empat rute baru yang sebelumnya dilayani oleh Spirit, sebagai bagian dari ekspansi 11 rute. Hal ini memberikan harapan bahwa penerbangan berbiaya rendah mungkin belum mati.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.