bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, sebanyak 21 startup berkesempatan bertatap muka dengan 15 investor dan perwakilan modal ventura dalam acara Bandung Startup Pitching Day (BSPD) 2026. Ajang ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk membuka pintu kolaborasi, memfasilitasi pendanaan, serta mendorong pengembangan bisnis bagi para startup di Indonesia.
Kegiatan yang mengusung tema "Impactful Innovation and Beyond" ini berlangsung di Auditorium Nemangkawi SBM ITB dan merupakan hasil kerja sama The Greater Hub SBM ITB dengan Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB, Startup Bandung, Innovation Factory, Geek Hunter, dan Artha Enterprise.
Sejumlah investor ternama yang turut hadir dalam BSPD 2026 antara lain Angin Foundation, BNI Ventures, Mandiri Capital Indonesia, Rahmania Islamic Social Ventures, Spill Ventures, Telkomsel Ventures, MDI Ventures, Genesia Ventures, dan DSX Ventures.
Koordinator The Greater Hub ITB, Dina Dellyana, menyatakan bahwa BSPD dirancang sebagai platform bagi startup untuk berinteraksi langsung dengan investor, sekaligus menerima masukan berharga guna memajukan bisnis mereka. "Kami berharap acara ini dapat menjadi kesempatan bagi startup untuk terhubung langsung dengan para investor. Setiap masukan yang diberikan sangat berharga, tidak hanya selama sesi pitching berlangsung, tetapi juga setelah acara ini berakhir," ujar Dina.
Deputy Director for Area Business Development DKST ITB, Melia Famiola, menekankan peran krusial perguruan tinggi dalam menumbuhkan inovasi yang dapat diaplikasikan secara nyata dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta perekonomian. "Perguruan tinggi perlu menjadi motor penggerak inovasi dengan menerjemahkan hasil riset menjadi solusi yang nyata, membawanya ke masyarakat dan pasar, memperluas dampaknya, serta menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan," jelas Melia.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik SBM ITB, Eko Agus Prasetio, menyoroti pentingnya semangat kewirausahaan yang terus berkobar di tengah ketidakpastian ekonomi global. "Di tengah kondisi yang penuh volatilitas dan ketidakpastian seperti saat ini, semangat kewirausahaan tetap tumbuh karena adanya keberanian untuk melihat peluang dan menghadapi tantangan," ungkap Eko.
Ke-21 startup yang berpartisipasi dalam BSPD 2026 mewakili beragam sektor, termasuk pendidikan, kecerdasan buatan, agritech, energi, teknologi digital, serta pengembangan sumber daya manusia. Setelah melalui sesi presentasi dan penilaian, KILATSOON dinobatkan sebagai The Most Innovative Startup. TOFLY memenangkan kategori The Best Pitch, WearaTech meraih penghargaan The Most Impactful Startup, dan Batari Energy terpilih sebagai The Most Marketable Startup.
Dalam sesi Artha Speed Dating, Flame Street Indonesia keluar sebagai pemenang, disusul oleh Tanabur sebagai juara pertama runner up, dan Natance Corporation sebagai juara kedua runner up.
Penyelenggara mengapresiasi BSPD 2026 sebagai bukti nyata pentingnya sinergi antara startup, investor, akademisi, dan pelaku industri untuk memperkuat ekosistem inovasi nasional. Forum ini memberikan kesempatan luas bagi berbagai startup untuk memperluas jejaring serta membuka potensi kerja sama dan investasi di masa mendatang.