bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PT Pertamina (Persero) berhasil membukukan kinerja keuangan dan operasional yang solid sepanjang tahun buku 2025, meskipun dihadapkan pada dinamika industri energi global dan tantangan ekonomi.
Melalui penerapan strategi korporasi yang efektif, perusahaan negara ini konsisten dalam menjaga ketahanan energi nasional di seluruh lini bisnisnya. Selain itu, Pertamina juga terus memperkuat upaya transisi energi serta mempertahankan fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa pencapaian di tahun buku 2025 mencerminkan peran penting perusahaan dalam menjamin pasokan energi sekaligus mendorong transformasi sektor energi nasional. Ia menyatakan, "Bagi Pertamina, capaian tersebut bukan sekadar mencerminkan kinerja korporasi. Di baliknya terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan energi tetap tersedia dan andal bagi masyarakat, industri, serta berbagai sektor strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional."
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan pada Selasa (23/6), Pertamina melaporkan pendapatan sebesar US$70,89 miliar atau Rp1.167,99 triliun. Perusahaan juga mencatat EBITDA sebesar US$11,43 miliar atau setara dengan Rp188,33 triliun. Dari sisi keuangan, laba bersih yang berhasil diraih mencapai US$3,35 miliar atau sekitar Rp55,20 triliun, menunjukkan efektivitas strategi perusahaan dalam mengoptimalkan potensi bisnisnya.
Selain mencetak laba, Pertamina memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp360,76 triliun melalui instrumen pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan pembagian dividen. Investasi yang direalisasikan Pertamina di dalam negeri tercatat sebesar US$5,9 miliar atau Rp97,20 triliun, yang difokuskan untuk penguatan infrastruktur energi nasional yang berkelanjutan. Perusahaan juga melaporkan penyerapan belanja Produk Dalam Negeri (PDN) yang signifikan, mencapai Rp531,5 triliun, yang memberikan dampak berganda bagi perekonomian nasional.
Di sektor hulu, produksi minyak dan gas bumi (migas) sepanjang 2025 terjaga stabil dengan volume produksi di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Simon menambahkan, "Secara keseluruhan, capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan."
Sektor pengolahan menunjukkan peningkatan efisiensi dengan capaian Yield Valuable Product sebesar 83,7%, melampaui periode tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan keandalan kilang Pertamina dalam memaksimalkan operasional produk bernilai tinggi, dengan total volume intake yang diolah mencapai 333 juta barel sepanjang 2025.
Pada sektor hilir, kilang Pertamina berperan penting dalam memasok sekitar 70% kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional, memastikan pasokan yang stabil untuk aktivitas masyarakat dan mobilitas ekonomi. Kinerja positif juga dicatat oleh lini bisnis gas komersial, dengan volume transmisi gas mencapai 587 BSCF, menunjukkan pertumbuhan 4% secara tahunan.