bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 02:50 WIB

Bank Mandiri Raih Empat Penghargaan Teratas sebagai Dealer Utama SBSN 2025

Redaksi 27 Maret 2026 16 views
Bank Mandiri Raih Empat Penghargaan Teratas sebagai Dealer Utama SBSN 2025
Ilustrasi: Bank Mandiri Raih Empat Penghargaan Teratas sebagai Dealer Utama SBSN 2025

bytedaily - Bank Mandiri kembali menunjukkan dominasinya dalam pasar keuangan syariah nasional dengan meraih empat penghargaan bergengsi sebagai Dealer Utama Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Terbaik Tahun 2025 dari Kementerian Keuangan. Prestasi ini menegaskan kepercayaan pemerintah terhadap peran aktif bank dalam memperkuat pasar surat utang syariah negara.

Dalam penghargaan yang diselenggarakan baru-baru ini, Bank Mandiri berhasil menyabet kategori unggulan, termasuk Dealer Utama SBSN Terbaik Peringkat Pertama, Dealer Utama SBSN Terbaik di Pasar Perdana, Dealer Utama SBSN Terbaik di Pasar Sekunder, dan Dealer Utama SBSN Terbaik untuk Pelaksanaan Kuotasi. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kinerja superior Bank Mandiri dalam partisipasi pasar perdana, aktivitas perdagangan di pasar sekunder, serta konsistensi dalam penetapan kuotasi harga.

Kontribusi signifikan Bank Mandiri dalam menjaga stabilitas serta mendukung pengembangan pasar SBSN menjadi faktor kunci dalam penilaian. Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti konsistensi bank dalam memperluas akses investasi masyarakat dan mendukung pendanaan pembangunan nasional melalui instrumen SBSN.

Ari menambahkan bahwa Bank Mandiri secara konsisten mengutamakan penguatan kapabilitas treasury, inovasi produk investasi, dan perluasan jaringan distribusi SBSN untuk publik dan investor. Ia menekankan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi Bank Mandiri untuk terus memberikan kinerja terbaik dan menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan, serta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan pasar keuangan syariah dan pembiayaan negara.