bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 07:26 WIB

Berbagai Institusi Ungkap Prediksi Idul Fitri 2026: Hisab, Rukyat, dan Kriteria MABIMS Jadi Kunci

Redaksi 16 Maret 2026 11 views
Berbagai Institusi Ungkap Prediksi Idul Fitri 2026: Hisab, Rukyat, dan Kriteria MABIMS Jadi Kunci
Ilustrasi: Berbagai Institusi Ungkap Prediksi Idul Fitri 2026: Hisab, Rukyat, dan Kriteria MABIMS Jadi Kunci

bytedaily - Penentuan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 menjadi sorotan umat Islam di Indonesia menjelang akhir bulan Ramadhan. Penetapan 1 Syawal tidak hanya menandai berakhirnya puasa, tetapi juga menjadi momen krusial yang dinanti. Proses penentuan ini melibatkan mekanisme sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama, menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Hasil perhitungan posisi Bulan akan dikombinasikan dengan laporan pengamatan hilal dari berbagai daerah sebelum pemerintah merilis keputusan resminya. Di samping itu, berbagai lembaga dan organisasi Islam juga telah merilis prediksi awal mengenai tanggal Idul Fitri 1447 Hijriah, yang terkadang menghasilkan perbedaan akibat perbedaan metode yang digunakan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Peneliti Pusat Riset Antariksa, Thomas Djamaluddin, memprediksi 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026. Prediksi ini didasarkan pada asumsi bahwa pada saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan visibilitas tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat. Thomas juga menyebutkan bahwa jika menggunakan kriteria yang berbeda, seperti kriteria Turki, Idul Fitri bisa jatuh pada 20 Maret 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis data pengamatan hilal yang menunjukkan perkiraan ketinggian hilal saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026 belum sepenuhnya memenuhi kriteria MABIMS. Ketinggian hilal diperkirakan berkisar antara 0,91 hingga 3,13 derajat, sementara elongasi geosentris berada pada rentang 4,54 hingga 6,1 derajat. BMKG juga menekankan pentingnya mempertimbangkan objek astronomi lain yang berpotensi mengganggu pengamatan hilal.

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret 2026, menggunakan metode hisab yang berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Perbedaan prediksi ini menyoroti keragaman metode dalam menentukan awal bulan hijriah. Pemerintah sendiri akan memastikan tanggal pasti Idul Fitri melalui sidang isbat pada 29 Ramadan, dengan mengacu pada kriteria MABIMS. Berdasarkan data dari BRIN dan BMKG, konsensusnya mengarah pada penetapan Lebaran 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.