bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:05 WIB

BI Dorong Perlindungan Hak Cipta Tenun NTT untuk Tingkatkan Nilai Ekonomi

Redaksi 05 Oktober 2026 13 views
BI Dorong Perlindungan Hak Cipta Tenun NTT untuk Tingkatkan Nilai Ekonomi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mendorong perlindungan hak cipta atas motif dan karya tenun Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya tersebut ditujukan untuk melindungi penenun sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (4/10), Destry mengatakan perlindungan hak kekayaan intelektual dapat memastikan karya lokal tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya, tetapi juga memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi pembuatnya. Perlindungan itu juga dinilai dapat membuka peluang bagi produk tenun untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Destry menyampaikan hal tersebut dalam Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 di Kupang, Sabtu (3/10). Pameran itu menampilkan berbagai produk, termasuk tenun, kuliner, dan kopi. Menurutnya, pengembangan produk unggulan daerah merupakan bagian penting dari upaya membangun perekonomian NTT, mengingat produk lokal seperti tenun, kopi, dan kuliner memiliki potensi ekonomi.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Reghi Perdana mengatakan peningkatan kapasitas produksi perlu dibarengi kemampuan pelaku usaha memahami kebutuhan konsumen, menjaga standar kualitas, serta membangun hubungan berkelanjutan dengan pembeli dan mitra usaha.

Reghi menyatakan UMKM perlu mampu membaca kebutuhan pasar, menghasilkan produk berkualitas, dan terhubung dengan rantai pasok. Ia menambahkan, akses kepada pembeli, pembiayaan, pasar ekspor, dan rantai pasok diperlukan agar peningkatan kualitas produk dapat menghasilkan transaksi serta mendorong pertumbuhan usaha. Keterangan Reghi dikutip dari Antara.

Menurut Reghi, penguatan UMKM tidak cukup hanya dilakukan dengan meningkatkan kemampuan produksi. Produk juga perlu memiliki jalur pemasaran dan memenuhi kebutuhan konsumen. Kementerian UMKM berharap kerja sama pemerintah pusat dan daerah, BI, perbankan, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lain dapat membantu lebih banyak produk UMKM NTT memenuhi standar pasar dan masuk ke rantai pasok yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.