bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Bitcoin di Sekitar USD80.000, Perdagangan Futures Tawarkan Eksposur Aset Digital

Redaksi 03 Oktober 2026 13 views
Bitcoin di Sekitar USD80.000, Perdagangan Futures Tawarkan Eksposur Aset Digital
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekbis.sindonews.com)

bytedaily - Melansir laporan dari ekbis.sindonews.com, Bittime mengamati perkembangan kontrak Futures saat harga Bitcoin bergerak di kisaran USD80.000 dan arus dana institusional ke produk investasi berbasis Bitcoin meningkat. Situasi ini memperluas pilihan untuk memperoleh eksposur terhadap aset digital, sekaligus menuntut pemahaman mengenai mekanisme dan risiko Futures.

Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan, peningkatan arus dana institusional dan aktivitas perdagangan dapat membuat pergerakan harga lebih dinamis. Karena itu, trader perlu mempertimbangkan likuiditas, volatilitas, dan risiko instrumen, bukan hanya arah harga.

Analisis CoinMarketCap mengenai Bitcoin yang bergerak di atas USD80.000 menyebut permintaan institusional melalui produk investasi berbasis Bitcoin sebagai salah satu faktor pendukung momentum harga. Data Farside Investors mencatat ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat membukukan arus dana masuk bersih sekitar USD999 juta pada 21 September 2026, USD714,7 juta pada 22 September, dan USD346,9 juta pada 23 September.

Meski arus dana dan aktivitas perdagangan meningkat, pasar tetap menghadapi risiko volatilitas dan perubahan sentimen. Pelaku pasar perlu memperhatikan likuiditas serta risiko instrumen sebelum menentukan strategi, terutama karena mekanisme Futures berbeda dari transaksi spot.

Melalui kontrak Futures, trader dapat memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga tanpa membeli aset dasar secara langsung. Pada kontrak perpetual, trader bisa mengambil posisi Long atau Short dengan margin. Penggunaan leverage dapat memperbesar eksposur sekaligus potensi keuntungan maupun kerugian.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekbis.sindonews.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.