bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:45 WIB

BMKG: 73,8 Persen Wilayah Indonesia Sudah Masuki Musim Kemarau

Redaksi 04 Agustus 2026 10 views
BMKG: 73,8 Persen Wilayah Indonesia Sudah Masuki Musim Kemarau
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa per dasarian III Juli 2026, lebih dari 70 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Data terbaru menunjukkan sebanyak 73,8 persen dari total 699 Zona Musim (ZOM) atau 516 ZOM telah memasuki musim kemarau.

Sementara itu, 10 persen atau 70 ZOM masih dalam kondisi musim hujan, dan 16,2 persen atau 113 ZOM termasuk dalam tipe satu musim. Wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi Aceh bagian utara, Sumatera Utara bagian selatan, Riau bagian selatan, Sumatera Barat bagian selatan, sebagian Kepulauan Riau, Bengkulu, sebagian Jambi, Sumatera Selatan, sebagian Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, sebagian besar Kalimantan Barat, sebagian besar Kalimantan Timur, sebagian besar Kalimantan Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

BMKG memproyeksikan puncak musim kemarau pada Agustus 2026 akan mencakup sekitar 48,84 persen wilayah daratan Indonesia. Daerah yang diperkirakan mengalami puncak kemarau pada bulan tersebut adalah Sumatra bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku dan Maluku Utara, serta sebagian besar Pulau Papua.

Lebih lanjut, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dibandingkan kondisi normal. Sekitar 48,77 persen luas daratan Indonesia atau 437 ZOM diprediksi akan menghadapi musim kemarau dengan durasi yang lebih panjang. Curah hujan dengan kategori tinggi diperkirakan baru akan mulai muncul secara bertahap pada bulan Oktober hingga November 2026.

Sejumlah daerah dilaporkan telah mengalami periode tanpa hujan dengan durasi bervariasi, mulai dari sangat pendek hingga panjang. Hari tanpa hujan terpanjang tercatat selama 80 hari di Pos Hujan Katerban, Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Di sisi lain, BMKG memprediksi fenomena El Nino akan bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama 2027, dengan potensi intensitas puncak yang dapat melampaui kategori kuat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.