bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:19 WIB

BMKG: Asap Karhutla Kalbar Berpotensi Melintasi Perbatasan ke Malaysia

Redaksi 06 Agustus 2026 9 views
BMKG: Asap Karhutla Kalbar Berpotensi Melintasi Perbatasan ke Malaysia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa asap yang timbul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat memiliki potensi untuk terbawa melintasi batas negara menuju Malaysia.

Menurut analisis BMKG, pergerakan asap tersebut dominan mengarah ke barat laut, sehingga berpeluang melintasi perbatasan negara ke Sarawak. BMKG juga menekankan bahwa kondisi kering yang sedang terjadi tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya karhutla, tetapi juga dapat menimbulkan dampak yang meluas hingga ke wilayah lain.

Kondisi kering di Indonesia diperkirakan masih akan berlanjut hingga awal Agustus dan cakupannya semakin meluas. Pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) pada Dasarian III Juli 2026 menunjukkan bahwa sebanyak 1.657 titik pengamatan mengalami HTH Sangat Panjang (31-60 hari), sementara 306 titik lainnya mengalami HTH Ekstrem Panjang (lebih dari 60 hari).

Wilayah yang terdampak HTH sangat panjang hingga ekstrem ini mayoritas tersebar di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Maluku Utara, dan sebagian Sulawesi. HTH terpanjang tercatat mencapai 90 hari di Pos Hujan BPP Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

BMKG mengingatkan bahwa berlanjutnya kondisi tanpa hujan dalam durasi panjang perlu diwaspadai karena dapat mengurangi ketersediaan air dan membuat lahan serta vegetasi lebih rentan terhadap kebakaran. Indikasi peningkatan dampak musim kemarau juga terlihat dari sejumlah kejadian karhutla di Kalimantan Barat, Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Hasil pemantauan citra satelit turut menguatkan kondisi ini dengan mendeteksi sebaran asap di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Meskipun demikian, BMKG tetap menginformasikan bahwa potensi hujan lebat secara lokal masih dimungkinkan terjadi.

Pada periode 30 Juli hingga 2 Agustus 2026, hujan lebat hingga sangat lebat tercatat di beberapa wilayah, termasuk Aceh (164,3 mm/hari), Sumatera Utara (144 mm/hari), Sumatera Barat (102,5 mm/hari), Kepulauan Riau (97 mm/hari), dan Kalimantan Utara (59 mm/hari). Kondisi ini didukung oleh aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial serta anomali OLR negatif yang mengindikasikan peningkatan tutupan awan di sebagian wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.