bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan pada hari ini, Sabtu (5/9), meskipun mayoritas daerah tengah memasuki musim kemarau yang cenderung kering.
Menurut BMKG, berlangsungnya musim kemarau tidak sepenuhnya menghalangi terjadinya hujan dengan intensitas tinggi di beberapa daerah. BMKG mencatat pada periode 31 Agustus hingga 2 September 2026, hujan lebat hingga sangat lebat terjadi di wilayah Sumatra bagian utara dan tengah. Curah hujan tertinggi tercatat di Sumatera Utara mencapai 111,6 mm per hari, disusul Sumatera Barat dengan 101,8 mm per hari, dan Aceh dengan 82,5 mm per hari.
BMKG memprediksi bahwa secara umum, aktivitas pertumbuhan awan hujan di Indonesia diperkirakan masih rendah. Namun, beberapa wilayah memiliki peluang pertumbuhan awan dengan kategori sedang hingga tinggi, meliputi Sumatra bagian utara, Kalimantan bagian utara, dan Papua bagian utara.
Dalam prediksi BMKG untuk periode 4-10 September, Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi aktif di sekitar pesisir utara Aceh, Maluku bagian timur, Laut Arafuru bagian tengah hingga timur, serta sebagian besar wilayah Papua. Sementara itu, Gelombang Kelvin diperkirakan aktif melintasi wilayah yang luas dari Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Potensi pembentukan awan hujan juga didukung oleh terbentuknya daerah perlambatan angin atau konvergensi di Sumatera Selatan hingga Jambi, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, dan Papua Pegunungan. Daerah pertemuan angin atau konfluensi diperkirakan terbentuk di perairan barat dan utara Aceh. Selain itu, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif skala lokal diprediksi terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Papua Pegunungan.
BMKG menyatakan bahwa kombinasi dinamika atmosfer ini masih dapat memicu pengumpulan dan pengangkatan massa udara, sehingga hujan lokal dengan intensitas bervariasi berpeluang terjadi di sebagian Sumatra bagian utara, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian tengah, dan Papua bagian utara. Meskipun demikian, BMKG menekankan bahwa hujan yang terjadi diprakirakan bersifat sporadis dan berdurasi relatif singkat di tengah dominasi kondisi kering yang masih berlangsung.